web stats
 photo OFFICIALHMJMANAJEMENUINMALIKI_zps022a1aa5.jpg

LOGO HMJ MANAJEMEN 2013/2014

BETTER IN EVERY WAY.

 photo pengurushmjm2013_zps1eaf138b.jpg

PENGURUS HMJ MANAJEMEN 2013/2014

BETTER IN EVERY WAY.

 photo HMJMANAJEMEN2013_zpsbd6cd1a7.jpg

NARSIS DENGAN JERSEY BARU

BETTER IN EVERY WAY.

 photo OSJURMANAJEMEN_zps6153bf32.jpg

OSJUR 2013 DI COBAN RAIS

BETTER IN EVERY WAY.

 photo osjurmanajemenuinmaliki2013_zpsfa9d26f2.jpg

PANITIA OSJUR MANAJEMEN 2013

BETTER IN EVERY WAY.

Thursday, 8 November 2012

Kisah Mak Yati, Pemulung yang Menabung 3 Tahun untuk Kurban 2 Kambing



Semangat berkurban di hari raya Idul Adha ternyata dirasakan juga oleh Mak Yati (65), perempuan tua yang sehari-harinya bekerja sebagai pemulung. Wanita yang sehari-harinya bekerja mengumpulkan botol bekas itu menabung selama tiga tahun untuk berkurban dua ekor kambing.

Mak Yati diketahui sering mengumpulkan botol bekas di sekitar wilayah Tebet. Dia juga cukup sering berkunjung ke Masjid Al Ittihad yang ada di wilayah Tebet Barat. Pengurus masjid itu juga mengenalnya.

"Saya sudah kenal Mak Yati 15 tahun, sejak tahun 1997. Pertama saya baru kerja di masjid ini Mak Yati sudah wara-wiri mulung di sini," kata pengurus masjid bernama Syaiful saat ditemui di Masjid Al Ittihad, Tebet Barat, Jakarta, Jumat (26/10/2012). 

Syaiful menuturkan pada Senin (22/10) malam, dengan menumpang bajaj, Mak Yati membuat kaget pengurus masjid. Dia membawa dua ekor kambing beserta rumputnya ke Masjid Al Ittihad untuk berkurban.

"Mak Yati bilang mau menyumbangkan dua ekor kambing untuk disembelih pada hari raya Idul Adha ini," tutur Syaiful.

Tak ayal hal tersebut membuat pengurus masjid terharu. "Kita nggak nyangka Mak Yati bawa kambing malam itu, ya kita terharu lah. Orang sehari-hari dia cuma mulung, tapi punya niat untuk menyumbangkan hewan kurban untuk lebaran ini," imbuh Syaiful.

Mak Yati yang ditemui di rumahnya, di kawasan Tebet, mengaku memang sudah lama ingin berkurban. Keinginan itu terus dia pelihara sambil menabung untuk membeli hewan kurban.

"Sudah lama Mak pengen kurban nak. Sejak tiga tahun yang lalu. Tapi kan mak ini kerjaannya cuma mulung, jadi penghasilan nggak jelas. Buat makan sehari saja kadang udah sukur. Jadi Mak ngumpulin dulu duit Rp 1.000, Rp 1.500 sampai tiga tahun, lalu Mak beliin kambing dua ekor. Sampai-sampai penjual kambingnya Mak cegat di tengah jalan saking Mak pengen beli kambing," ujar Mak Yati sambil tertawa.


by : http://unik247.blogspot.com














SEBUAH NASEHAT CINTA SEORANG IBU KEPADA PUTERINYA.


Foto: SEBUAH NASEHAT CINTA SEORANG IBU KEPADA PUTERINYA.

Anakku, Allah melihat sedekat apa lisanmu dengan hatimu saat kau berdoa meminta yang terbaik bagi hidupmu, tetapi kau malah berpaling saat Dia mengabulkannya karena kau tidak melihat dengan mata hatimu kepadanya.
Mengapa kau bisa sedemikian jahat kepada dirimu sendiri padahal Allah memberimu banyak tetapi engkau masih saja sombong dan angkuh kepadaNya. Kapan dirimu memperbaiki dan menebus kesalahan-kesalahanmu, nak?

Bukankah seharusnya dirimu mendekatkan lisanmu dengan hatimu kepadaNya dengan memperbanyak berbuat kebaikan, bersahabatkan orang-orang baik dan melakukan yang dikerjakan orang-orang yang masa depannya cemerlang. Bukankah harusnya kau bersungguh-sungguh berbuat kebaikan demi bahagiamu sendiri?

Anakku, jangan mengulangi pahit getirku, ibumu. Raihlah bahagiamu dengan melayakkan diri menjadi perempuan istimewa bagi lelaki sholeh yang kelak mempersunting dirimu dan mencintaimu karena Allah. Bagikanlah rasa cinta dan kasih sayang yang aku berikan kepadamu dengan tulus bersamanya. Meski kau pernah berkata ingin menyelamatkan dunya, percayalah bahwa suatu saat kau akan berhenti begitu dan mulailah menyelamatkan diri dan keluargamu dari jurang kebinasaan dan kesia-siaan hidup seperti cinta dunya. Itu sudah luar biasa harganya, anakku. Percayalah!

Anakku, pahamilah kata-kataku. Aku, ibumu telah lama menanamkan nasehat cinta ini sejak dirimu belum lahir dan kini dirimu menjadi seorang perempuan dewasa yang harus bertanggung jawab kepada masa depanmu sendiri. Berubahlah dengan sungguh-sungguh demi meraih bahagiamu sendiri.

Aku, ibumu yang menyayangi dan mencintai dirimu karena Allah.

Anakku, Allah melihat sedekat apa lisanmu dengan hatimu saat kau berdoa meminta yang terbaik bagi hidupmu, tetapi kau malah berpaling saat Dia mengabulkannya karena kau tidak melihat dengan mata hatimu kepadanya.
Mengapa kau bisa sedemikian jahat kepada dirimu sendiri padahal Allah memberimu banyak tetapi engkau masih saja sombong dan angkuh kepadaNya. Kapan dirimu memperbaiki dan menebus kesalahan-kesalahanmu, nak?

Bukankah seharusnya dirimu mendekatkan lisanmu dengan hatimu kepadaNya dengan memperbanyak berbuat kebaikan, bersahabatkan orang-orang baik dan melakukan yang dikerjakan orang-orang yang masa depannya cemerlang. Bukankah harusnya kau bersungguh-sungguh berbuat kebaikan demi bahagiamu sendiri?

Anakku, jangan mengulangi pahit getirku, ibumu. Raihlah bahagiamu dengan melayakkan diri menjadi perempuan istimewa bagi lelaki sholeh yang kelak mempersunting dirimu dan mencintaimu karena Allah. Bagikanlah rasa cinta dan kasih sayang yang aku berikan kepadamu dengan tulus bersamanya. Meski kau pernah berkata ingin menyelamatkan dunya, percayalah bahwa suatu saat kau akan berhenti begitu dan mulailah menyelamatkan diri dan keluargamu dari jurang kebinasaan dan kesia-siaan hidup seperti cinta dunya. Itu sudah luar biasa harganya, anakku. Percayalah!

Anakku, pahamilah kata-kataku. Aku, ibumu telah lama menanamkan nasehat cinta ini sejak dirimu belum lahir dan kini dirimu menjadi seorang perempuan dewasa yang harus bertanggung jawab kepada masa depanmu sendiri. Berubahlah dengan sungguh-sungguh demi meraih bahagiamu sendiri.

Aku, ibumu yang menyayangi dan mencintai dirimu karena Allah.

Ikan Kecil dan Air


Foto: ======== Ikan Kecil dan Air =======
 
Suatu hari seorang ayah dan anaknya sedang duduk berbincang-bincang di tepi sungai. Sang Ayah berkata kepada anaknya, “Lihatlah anakku, air begitu penting dalam kehidupan ini, tanpa air kita semua akan mati.”

Pada saat yang bersamaan, seekor ikan kecil mendengar percakapan itu dari bawah permukaan air, ikan kecil itu mendadak gelisah dan ingin tahu apakah air itu, yang katanya begitu penting dalam kehidupan ini. Ikan kecil itu berenang dari hulu sampai ke hilir sungai sambil bertanya kepada setiap ikan yang ditemuinya, “Hai tahukah kamu dimana tempat air berada? Aku telah mendengar percakapan manusia bahwa tanpa air kehidupan akan mati.”

Ternyata semua ikan yang telah ditanya tidak mengetahui dimana air itu, si ikan kecil itu semakin kebingungan, lalu ia berenang menuju mata air untuk bertemu dengan ikan sepuh yang sudah berpengalaman, kepada ikan sepuh itu ikan kecil ini menanyakan hal yang sama, “Dimakah air?”

Ikan sepuh itu menjawab dengan bijak, “Tak usah gelisah anakku, air itu telah mengelilingimu, sehingga kamu bahkan tidak menyadari kehadirannya. Memang benar, tanpa air kita semua akan mati.”

Apa arti cerita tersebut bagi kita. Manusia kadang-kadang mengalami situasi yang sama seperti ikan kecil, mencari kesana kemari tentang kehidupan dan kebahagiaan, padahal ia sedang menjalaninya, bahkan kebahagiaan sedang melingkupinya sampai-sampai ia sendiri tidak menyadarinya.

Silahkan Like dan Share fleecious jika bermanfaat..

=> kunjungi web kita untuk melihat produk unik dan menarik jfleece di www.bestcafeshops.com

Suatu hari seorang ayah dan anaknya sedang duduk berbincang-bincang di tepi sungai. Sang Ayah berkata kepada anaknya, “Lihatlah anakku, air begitu penting dalam kehidupan ini, tanpa air kita semua akan
mati.”

Pada saat yang bersamaan, seekor ikan kecil mendengar percakapan itu dari bawah permukaan air, ikan kecil itu mendadak gelisah dan ingin tahu apakah air itu, yang katanya begitu penting dalam kehidupan ini. Ikan kecil itu berenang dari hulu sampai ke hilir sungai sambil bertanya kepada setiap ikan yang ditemuinya, “Hai tahukah kamu dimana tempat air berada? Aku telah mendengar percakapan manusia bahwa tanpa air kehidupan akan mati.”

Ternyata semua ikan yang telah ditanya tidak mengetahui dimana air itu, si ikan kecil itu semakin kebingungan, lalu ia berenang menuju mata air untuk bertemu dengan ikan sepuh yang sudah berpengalaman, kepada ikan sepuh itu ikan kecil ini menanyakan hal yang sama, “Dimakah air?”

Ikan sepuh itu menjawab dengan bijak, “Tak usah gelisah anakku, air itu telah mengelilingimu, sehingga kamu bahkan tidak menyadari kehadirannya. Memang benar, tanpa air kita semua akan mati.”

Apa arti cerita tersebut bagi kita. Manusia kadang-kadang mengalami situasi yang sama seperti ikan kecil, mencari kesana kemari tentang kehidupan dan kebahagiaan, padahal ia sedang menjalaninya, bahkan kebahagiaan sedang melingkupinya sampai-sampai ia sendiri tidak menyadarinya.


www.bestcafeshops.com

...Kisah Pemuda Miskin Yang Ditolak Cintanya...



Seorang Pemuda miskin mencintai seorang gadis kaya. Suatu hari Pemuda itu menyatakan cintanya kepada sigadis. Namun Gadis itu berkata,

"Dengar yah, gaji bulanan Anda sama dengan pengeluaran harianku..! Haruskah aku pacaran dengan Anda? Aku tidak akan pernah mencintai Anda. Jadi, lupakan diriku dan pacaran dengan orang lain yang setingkat dengan And
a" Tapi entah kenapa si Pemuda tidak bisa melupakannya begitu saja.

10 tahun kemudian, mereka bertemu disebuah pusat perbelanjaan.
Wanita itu berkata, "Hei Kamu!!
Apa kabar? Sekarang aku sudah menikah. Apakah kamu tahu
berapa gaji suamiku? Rp.20 juta
perbulan! Dapatkah kamu
bayangkan? Dia juga sangat cerdas".

Mata Pemuda itu
berlinang air mata mendengar kata-kata wanita itu.

Beberapa menit kemudian suami wanita itu datang. Sebelum wanita itu bisa mengatakan sesuatu, suaminya berkata: "Pak...?! Saya terkejut melihat Anda disini. Kenalkan istri saya." Lalu dia berkata kepada istrinya, "Kenalkan Bossku, Boss masih lajang loh. Dia mencintai seorang gadis tapi gadis itu menolaknya. Itu sebabnya dia masih belum menikah. Sial sekali gadis itu..
Bukankah sekarangtidak ada lagi orang yangmencintai seperti itu?"

Wanita itu
merasa terkejut dan malu
sehingga tidak berani melihat kedalam mata si Pemuda.

Pesan Moral: Kadang orang yang kita
sakiti dan kita hina jauh akan lebih sukses dari pada yang kita bayangkan. Setelah semua terjadi timbullah sebuah penyesalan dari
dirinya. Kadang orang yang dihina akan memakai hinaannya untuk mengapai sebuah kesuksesan.
Ini hanya sebagian cerita kehidupan nyata. Bukan harta yang akan
membuat kita bahagia tetapi bersyukurlah yang membuat kita bahagia.

...Kewajiban Lelaki Melindungi Wanita...


Foto: ...Kewajiban Lelaki Melindungi Wanita...

Bismillahir-Rahmaanir-Rahim ... Lelaki disyaratkan melindungi wanita, hindari kekerasan. Dalam institusi perkawinan, lelaki ialah ketua keluarga sesuai dengan fitrah kejadiannya yang lebih gagah dan beberapa kelebihan lain berbanding wanita.

Tanggungjawab lelaki sebagai ketua (pemimpin) kepada perempuan ditegaskan oleh Allah melalui firman-Nya bermaksud:"
Lelaki ialah pemimpin bagi perempuan oleh kerana Allah melebihkan sebahagian mereka (lelaki) atas sebahagian yang lain (perempuan), dan kerana lelaki selepas menafkahkan sebahagian daripada harta mereka(Surah an-Nisa, ayat 34)

Islam mensyaratkan lelaki sentiasa menjadi pelindung dan berbuat baik terhadap wanita. Sebagai pemimpin, lelaki dipertanggungjawabkan menjaga keselamatan, kebajikan dan menyediakan keperluan hidup untuk isteri dan anak mereka.

Islam melarang sama sekali kekerasan dalam rumah tangga. Rasulullah memberi ingatan dengan sabda bermaksud:"Mengapa ada lelaki di kalangan kamu yang suka memukul isterinya seperti memukul seorang hamba, padahal dia akan menyetubuhi isterinya itu pada hari lain." (Hadis riwayat Ahmad).

Isteri mempunyai hak untuk mendapat layanan sebaik-baiknya. Pada suatu ketika, ramai isteri datang menemui isteri Rasulullah mengadu mengenai layanan buruk yang diterima daripada suami mereka.

Apabila Rasulullah mengetahuinya, baginda pun bersabda maksudnya:"Sesungguhnya ramai wanita datang menemui isteriku mengadu mengenai suami mereka. Sesungguhnya suami kepada wanita itu bukanlah orang yang terbaik daripada kalangan kamu." (Hadis riwayat Abu Daud).Rasulullah memberi contoh bagaimana menjadi seorang suami yang baik.

Rasulullah sering menolong isterinya melakukan kerja di rumah yang baginda dapat melakukan sendiri seperti menjahit baju yang koyak, memasak, membersihkan laman dan kerja lain.

Sifat ringan tangan suami membantu isteri melakukan kerja rumah bukan semata-mata meringankan tugas isteri, tetapi menimbulkan rasa hormat isteri. Isteri berasakan dirinya lebih disayangi dan dihormati.

Amalan melakukan kerja rumah secara bersama dapat membentuk kerjasama, persefahaman, keceriaan dan menghargai apa yang dilakukan bersama-sama.

Suami yang sama-sama membersihkan rumah tentu tidak akan melakukan perbuatan yang menyebabkan keadaan menjadi kotor. Bagaimanapun, ramai suami yang secara sengaja mengotorkan kawasan rumah dengan habuk dan puntung rokok yang dibuang merata-rata dan kemudian menyuruh si isteri pula membersihkannya.

Melakukan kebaikan kepada isteri adalah sebahagian tanda muslim sejati. Suami yang baik sedar bahawa dirinya menanggung amanah besar dalam soal menjaga kepentingan isteri.

Sabda Rasulullah bermaksud:"Orang yang baik antara kamu adalah orang paling berlaku baik terhadap isterinya dan akulah orang paling baik terhadap isteri dari kalangan kamu." (Hadis riwayat at-Tirmizi).

Sikap baik sebenarnya bukan terhad kepada isteri. Semua orang berhak dilayan dengan baik, terutama ahli keluarga dan sesiapa yang diamanahkan kepada kita menjaganya.

Orang gaji dan sesiapa yang tinggal bersama kita perlu dilayan dengan sebaik-baiknya.

Sikap baik Rasulullah terhadap isteri diakui oleh isteri baginda, Siti Aisyah.
Diriwayatkan oleh Bukhari bahawa Aisyah pernah berkata:
"Rasulullah tidak pernah sekalipun memukul isteri dan pembantunya."

Menjaga dan berbuat baik terhadap isteri juga dilakukan dengan cara menyediakan apa yang suami mampu untuk dirinya, maka itulah juga seharusnya untuk isteri. Adalah menjadi hak isteri mendapat pemberian yang mampu disediakan oleh suaminya.

Sabda Rasulullah SAW bermaksud:"Tanggung jawab suami terhadap isterinya adalah apabila kamu makan, hendaklah kamu beri makanan untuk isterimu. Apabila kamu memakai pakaian, kamu berikan pakaian untuk isterimu.

Jangan kamu pukul isterimu pada bahagian muka. Jangan kamu keluarkan perkataan yang jahat di hadapannya iaitu perkataan yang menyakiti hati dan dibenci. Jangan kamu tinggalkan isterimu seorang diri kecuali dalam rumah." (Hadis riwayat Abu Daud)

Islam menggesa si suami agar berurusan dan bermuamalah bersama isteri dengan adab yang baik, memandangkan pertimbangan akal kaum wanita dianggap kurang berbanding kaum lelaki. Allah befirman di dalam al-quran:"Gauli mereka dengan adab yang baik." (An-Nisa': ayat 19)

Ini merangkumi tutur kata yang lunak, bersikap adil bersama isteri sekiranya si suami berpoligami, memberi nafkah, bermesyuarat dengan isteri dalam urusan rumahtangga, menutup kelemahan isteri dan lain-lain lagi. Mengelak daripada mengatakan perkara buruk terhadap isteri adalah sebahagian sikap baik yang perlu diamalkan oleh suami.

Ada suami yang sering dan gemar mengeluarkan perkataan tidak enak terhadap isteri disebabkan sesuatu perkara tidak disenangi. Perkataan buruk yang dikeluarkan terhadap isteri juga satu penderaan iaitu penderaan mental.

Isteri yang selalu diherdik,dihina dan dimarahi akan menghadapi tekanan perasaan dan mudah timbul perasaan takut untuk berdamping dengan suami.Sesiapa yang suka mengamalkan sikap bengis dan suka menakut-nakutkan isteri dengan perkataan kasar akan terlepas daripada rahmat Allah dan menanggung kerugian di dunia dan akhirat.

Sesungguhnya Rasulullah sallallahu'alaihi wa sallam adalah teladan yang paling baik.

Meskipun baginda membolehkan memukul isteri setelah nasihat dan memulaukannya di tempat tidur tidak berkesan, namun baginda tidak pernah memukul isterinya. Islam mengharuskan suami memukul isteri dengan pukulan ringan yang tidak menyakitkan walaupun ke atas bayi, sekadar amaran agar si isteri tidak mengulangi kesilapannya.

Islam telah menetapkan garis panduan yang cermat berkaitan keharusan memukul, agar tidak mendatangkan mudharat lain yang tidak diundang, seperti menegah memukul bahagian muka serta jangan memukul dengan pukulan yang mencederakan. Pukulan ini juga dibenarkan setelah isteri dipisahkan tempat tidur dan masih belum bersedia untuk mengubah tabiat buruknya.

Rasulullah sentiasa menjaga perasaan para isteri baginda dan pandai menambat hati mereka dengan bergurau senda dan bermesra.

Rasulullah menggesa para suami agar bijak menyesuaikan diri,ketika berada di samping isteri. Rasulullah bersifat keanak-anakan ketika berada di samping isteri baginda, meskipun baginda seorang pahlawan yang handal di medan jihad.

Sememangnya wanita suka dimanjai dan dibelai. Rasulullah mengkehendaki para suami agar pandai meletakkan taraf dirinya sedarjat dengan isteri, untuk mengelakkan rasa canggung dan janggal ketika bersama isteri. Pernah diriwayatkan dalam sunan Abu Daud dan Al-Nasa'ie, Rasulullah berlumba lari dengan isteri baginda Saidatina Aisyah.

Meskipun Rasulullah pesuruh Allah yang sibuk dengan urusan menyebarkan dakwah dan berjuang di medan jihad, namun baginda masih ada kelapangan untuk bermesra bersama isteri baginda dan ini bukanlah suatu yang menyalahi etika. Rasulullah bersabda di dalam(riwayat Tarmizi dan Muslim)

"Mukmin yang paling sempurna ialah yang paling baik akhlaknya dan paling berlemah lembut bersama isterinya."Islam menggambarkan mukmin yang paling sempurna ialah mereka bijaksana melayani isteri dan berbudi pekerti mulia.

Satu contoh petunjuk Rasul yang menggambarkan baginda beradab sopan bersama isteri baginda ialah hadis yang diriwayat oleh Ibn Abi Dunya, Saidatina Aisyah memberitahu bahawa:"Segala urusan dan perlakuan Baginda amat menakjubkan, sehingga ketika baginda bersama isterinya pada suatu malam dan telah bersentuhan kulit, baginda meminta izin dari isterinya Aisyah untuk beribadat menemui Tuhannya."

Demikianlah adab Rasul bersama isteri baginda,meminta izin untuk meninggalkannya meskipun untuk bertemu Allah..

Wallahua’lam bish Shawwab ....
Barakallahufikum ....

... Semoga tulisan ini dapat membuka pintu hati kita yang telah lama terkunci ...

~ o ~

Salam santun dan keep istiqomah ...

--- Jika terjadi kesalahan dan kekurangan disana-sini dalam catatan ini ... Itu hanyalah dari kami ... dan kepada Allah SWT., kami mohon ampunan ... ----

Semoga bermanfaat dan Dapat Diambil Hikmah-Nya ...
Silahkan DICOPAS atau DI SHARE jika menurut sahabat note ini bermanfaat ....

Bismillahir-Rahmaanir-Rahim ... Lelaki disyaratkan melindungi wanita, hindari kekerasan. Dalam institusi perkawinan, lelaki ialah ketua keluarga sesuai dengan fitrah kejadiannya yang lebih gagah dan
beberapa kelebihan lain berbanding wanita.

Tanggungjawab lelaki sebagai ketua (pemimpin) kepada perempuan ditegaskan oleh Allah melalui firman-Nya bermaksud:"
Lelaki ialah pemimpin bagi perempuan oleh kerana Allah melebihkan sebahagian mereka (lelaki) atas sebahagian yang lain (perempuan), dan kerana lelaki selepas menafkahkan sebahagian daripada harta mereka(Surah an-Nisa, ayat 34)

Islam mensyaratkan lelaki sentiasa menjadi pelindung dan berbuat baik terhadap wanita. Sebagai pemimpin, lelaki dipertanggungjawabkan menjaga keselamatan, kebajikan dan menyediakan keperluan hidup untuk isteri dan anak mereka.

Islam melarang sama sekali kekerasan dalam rumah tangga. Rasulullah memberi ingatan dengan sabda bermaksud:"Mengapa ada lelaki di kalangan kamu yang suka memukul isterinya seperti memukul seorang hamba, padahal dia akan menyetubuhi isterinya itu pada hari lain." (Hadis riwayat Ahmad).

Isteri mempunyai hak untuk mendapat layanan sebaik-baiknya. Pada suatu ketika, ramai isteri datang menemui isteri Rasulullah mengadu mengenai layanan buruk yang diterima daripada suami mereka.

Apabila Rasulullah mengetahuinya, baginda pun bersabda maksudnya:"Sesungguhnya ramai wanita datang menemui isteriku mengadu mengenai suami mereka. Sesungguhnya suami kepada wanita itu bukanlah orang yang terbaik daripada kalangan kamu." (Hadis riwayat Abu Daud).Rasulullah memberi contoh bagaimana menjadi seorang suami yang baik.

Rasulullah sering menolong isterinya melakukan kerja di rumah yang baginda dapat melakukan sendiri seperti menjahit baju yang koyak, memasak, membersihkan laman dan kerja lain.

Sifat ringan tangan suami membantu isteri melakukan kerja rumah bukan semata-mata meringankan tugas isteri, tetapi menimbulkan rasa hormat isteri. Isteri berasakan dirinya lebih disayangi dan dihormati.

Amalan melakukan kerja rumah secara bersama dapat membentuk kerjasama, persefahaman, keceriaan dan menghargai apa yang dilakukan bersama-sama.

Suami yang sama-sama membersihkan rumah tentu tidak akan melakukan perbuatan yang menyebabkan keadaan menjadi kotor. Bagaimanapun, ramai suami yang secara sengaja mengotorkan kawasan rumah dengan habuk dan puntung rokok yang dibuang merata-rata dan kemudian menyuruh si isteri pula membersihkannya.

Melakukan kebaikan kepada isteri adalah sebahagian tanda muslim sejati. Suami yang baik sedar bahawa dirinya menanggung amanah besar dalam soal menjaga kepentingan isteri.

Sabda Rasulullah bermaksud:"Orang yang baik antara kamu adalah orang paling berlaku baik terhadap isterinya dan akulah orang paling baik terhadap isteri dari kalangan kamu." (Hadis riwayat at-Tirmizi).

Sikap baik sebenarnya bukan terhad kepada isteri. Semua orang berhak dilayan dengan baik, terutama ahli keluarga dan sesiapa yang diamanahkan kepada kita menjaganya.

Orang gaji dan sesiapa yang tinggal bersama kita perlu dilayan dengan sebaik-baiknya.

Sikap baik Rasulullah terhadap isteri diakui oleh isteri baginda, Siti Aisyah.
Diriwayatkan oleh Bukhari bahawa Aisyah pernah berkata:
"Rasulullah tidak pernah sekalipun memukul isteri dan pembantunya."

Menjaga dan berbuat baik terhadap isteri juga dilakukan dengan cara menyediakan apa yang suami mampu untuk dirinya, maka itulah juga seharusnya untuk isteri. Adalah menjadi hak isteri mendapat pemberian yang mampu disediakan oleh suaminya.

Sabda Rasulullah SAW bermaksud:"Tanggung jawab suami terhadap isterinya adalah apabila kamu makan, hendaklah kamu beri makanan untuk isterimu. Apabila kamu memakai pakaian, kamu berikan pakaian untuk isterimu.

Jangan kamu pukul isterimu pada bahagian muka. Jangan kamu keluarkan perkataan yang jahat di hadapannya iaitu perkataan yang menyakiti hati dan dibenci. Jangan kamu tinggalkan isterimu seorang diri kecuali dalam rumah." (Hadis riwayat Abu Daud)

Islam menggesa si suami agar berurusan dan bermuamalah bersama isteri dengan adab yang baik, memandangkan pertimbangan akal kaum wanita dianggap kurang berbanding kaum lelaki. Allah befirman di dalam al-quran:"Gauli mereka dengan adab yang baik." (An-Nisa': ayat 19)

Ini merangkumi tutur kata yang lunak, bersikap adil bersama isteri sekiranya si suami berpoligami, memberi nafkah, bermesyuarat dengan isteri dalam urusan rumahtangga, menutup kelemahan isteri dan lain-lain lagi. Mengelak daripada mengatakan perkara buruk terhadap isteri adalah sebahagian sikap baik yang perlu diamalkan oleh suami.

Ada suami yang sering dan gemar mengeluarkan perkataan tidak enak terhadap isteri disebabkan sesuatu perkara tidak disenangi. Perkataan buruk yang dikeluarkan terhadap isteri juga satu penderaan iaitu penderaan mental.

Isteri yang selalu diherdik,dihina dan dimarahi akan menghadapi tekanan perasaan dan mudah timbul perasaan takut untuk berdamping dengan suami.Sesiapa yang suka mengamalkan sikap bengis dan suka menakut-nakutkan isteri dengan perkataan kasar akan terlepas daripada rahmat Allah dan menanggung kerugian di dunia dan akhirat.

Sesungguhnya Rasulullah sallallahu'alaihi wa sallam adalah teladan yang paling baik.

Meskipun baginda membolehkan memukul isteri setelah nasihat dan memulaukannya di tempat tidur tidak berkesan, namun baginda tidak pernah memukul isterinya. Islam mengharuskan suami memukul isteri dengan pukulan ringan yang tidak menyakitkan walaupun ke atas bayi, sekadar amaran agar si isteri tidak mengulangi kesilapannya.

Islam telah menetapkan garis panduan yang cermat berkaitan keharusan memukul, agar tidak mendatangkan mudharat lain yang tidak diundang, seperti menegah memukul bahagian muka serta jangan memukul dengan pukulan yang mencederakan. Pukulan ini juga dibenarkan setelah isteri dipisahkan tempat tidur dan masih belum bersedia untuk mengubah tabiat buruknya.

Rasulullah sentiasa menjaga perasaan para isteri baginda dan pandai menambat hati mereka dengan bergurau senda dan bermesra.

Rasulullah menggesa para suami agar bijak menyesuaikan diri,ketika berada di samping isteri. Rasulullah bersifat keanak-anakan ketika berada di samping isteri baginda, meskipun baginda seorang pahlawan yang handal di medan jihad.

Sememangnya wanita suka dimanjai dan dibelai. Rasulullah mengkehendaki para suami agar pandai meletakkan taraf dirinya sedarjat dengan isteri, untuk mengelakkan rasa canggung dan janggal ketika bersama isteri. Pernah diriwayatkan dalam sunan Abu Daud dan Al-Nasa'ie, Rasulullah berlumba lari dengan isteri baginda Saidatina Aisyah.

Meskipun Rasulullah pesuruh Allah yang sibuk dengan urusan menyebarkan dakwah dan berjuang di medan jihad, namun baginda masih ada kelapangan untuk bermesra bersama isteri baginda dan ini bukanlah suatu yang menyalahi etika. Rasulullah bersabda di dalam(riwayat Tarmizi dan Muslim)

"Mukmin yang paling sempurna ialah yang paling baik akhlaknya dan paling berlemah lembut bersama isterinya."Islam menggambarkan mukmin yang paling sempurna ialah mereka bijaksana melayani isteri dan berbudi pekerti mulia.

Satu contoh petunjuk Rasul yang menggambarkan baginda beradab sopan bersama isteri baginda ialah hadis yang diriwayat oleh Ibn Abi Dunya, Saidatina Aisyah memberitahu bahawa:"Segala urusan dan perlakuan Baginda amat menakjubkan, sehingga ketika baginda bersama isterinya pada suatu malam dan telah bersentuhan kulit, baginda meminta izin dari isterinya Aisyah untuk beribadat menemui Tuhannya."

Demikianlah adab Rasul bersama isteri baginda,meminta izin untuk meninggalkannya meskipun untuk bertemu Allah..

Wallahua’lam bish Shawwab ....
Barakallahufikum ....

... Semoga tulisan ini dapat membuka pintu hati kita yang telah lama terkunci ...



Salam santun dan keep istiqomah ...

--- Jika terjadi kesalahan dan kekurangan disana-sini dalam catatan ini ... Itu hanyalah dari kami ... dan kepada Allah SWT., kami mohon ampunan ... ----

Semoga bermanfaat dan Dapat Diambil Hikmah-Nya ...
Silahkan DICOPAS atau DI SHARE jika menurut sahabat note ini bermanfaat ....

''KISAH PEMUDA MISKIN DAN GADIS KAYA''


 
Suatu hari ada Pemuda Miskin yang ingin menembak si gadis.

Gadis itu berkata,
"Dengar ya, gaji bulanan Kamu sama dengan pengeluaran
harianku..!
Haruskah aku pacaran dengan Kamu ? Aku tidak akan pernah mencintai Kamu. Jadi, lupakan diriku dan pacaran dengan orang lain yang setingkat dengan Kamu"

Tapi entah kenapa si Pemuda tidak bisa melupakannya begitu saja.

10 tahun kemudian, mereka bertemu disebuah pusat perbelanjaan.

Wanita itu berkata, "Hei Kamu!!
Apa kabar? Sekarang aku sudah
menikah.
Apakah kamu tahu berapa gaji suamiku ?
Rp.20 juta perbulan! Dapatkah kamu bayangkan ?
Dia juga sangat cerdas"

Mata Pemuda itu berlinang air mata mendengar kata-kata wanita itu,Beberapa menit kemudian suami wanita itu datang. Sebelum wanita itu bisa mengatakan sesuatu,suaminya berkata :"Pak...?!

Saya terkejut melihat Anda disini. Kenalkan istri saya."
Lalu dia berkata kepada istrinya,

"Kenalkan Bossku, Boss ku masih lajang lho..

Dia mencintai seorang gadis tapi gadis itu menolaknya. Itu sebabnya dia masih belum menikah.

Sial sekali gadis itu.. Bukankah sekarang tidak ada lagi orang yang mencintai seperti itu??."

Wanita itu merasa terkejut dan malu sehingga tak berani melihat
kedalam mata si Pemuda.

Hikmah yang bisa diambil :

"Kadang orang yang kita sakiti dan kita hina jauh akan lebih sukses dari pada yang kita bayangkan. Setelah semua terjadi timbullah
sebuah penyesalan dari dirinya.


Ini hanya sebagian cerita kehidupan nyata, Kadang orang yang di hina akan memakai hinaannya untuk menggapai sebuah kesuksesannya. Bukan harta yang akan membuat kita bahagia, tapi BERSYUKURLAH yang membuat kita bahagia !!!

Manfaat Mengepalkan Tangan



Berdasarkan penelitian, mengepalkan tangan selama beberapa saat bisa meningkatkan kontrol diri dan tekad anda saat mengalami masa tidak menyenangkan. Orang yang menghadapi tugas tidak menyenangkan mulai dari minum obat sampai mengatasi kabar buruk bisa mengurangi masa-masa menyakitkan ini dengan menegangkan otot mereka.
Penemuan itu berdasarkan penelitian yang dipublikasikan di Journal of Consumer Research Penelitian dilakukan oleh Iris Huang dari National University of Singapore dan Aparna Labroo dari University of Chicago. Mereka menempatkan sekumpulan relawan melalui serangkaian dilema yang melibatkan penerimaan rasa sakit jangka panjang selama pencapaian jangka panjang. Aktivitas itu termasuk meletakkan tangan dalam air dingin, minum cuka encer, menonton amal dan pantang makanan tidak sehat.
Para penulis menemukan para partisipan yang memperketat otot pada saat menghadapi pergulatan di dalam lebih mampu menahan rasa sakit atau kegelisahan dan menolak makanan yang menggiurkan.
“Para partisipan yang diinstruksikan mengencangkan otot-otot mereka, tanpa memperhatikan otot mana yang mereka kencangkan, tangan, jari, betis atau bisep, saat berusaha mengerahkan pengendalian diri menunjukkan kemampuan lebih besar untuk menahan rasa sakit, mengonsumsi obat-obatan yang tak menyenangkan atau menghadapi makanan menggoda,” tulis mereka.
Saat relawan terlalu lama tegang sebelumnya mereka merasa lelah saat mereka harus membuat pilihan. Pengaruhnya juga bergantung pada pilihan yang selaras dengan tujuan para partisipan. Jadi para partisipan minum cuka yang tak menyenangkan lebih banyak bila mereka sudah mengatakan mereka menginginkan gaya hidup lebih sehat.
Pikiran dan jiwa juga terikat bersama secara dekat, hanya mengepalkan otot-otot bisa menghidupkan tekad. Jadi hanya terlibat dalam tindakan-tindakan tubuh, bisa berfungsi sebagai sumber tanpa kesadaran untuk memicu kemauan,” demikian kesimpulan para peneliti.

Monday, 29 October 2012

WORKSHOP ENTREPRENEUR DAN BISNIS PLAN 2012



Dalam rangka meningkatkan skill mahasiswa fakultas ekonomi, khususnya dalam hal dunia kewirausahaan. Ikutilah Workshop entrepreneur dan bisnis plan 2012 dengan ketentuan sebagaimana berikut:

Syarat-syarat

1. Mendaftar dan mengisi formulir
2. Mahasiswa Fakultas Ekonomi semester 3 – 8 (foto copy KTM)
3. Bersedia mengikuti mulai awal sampai akhir workshop (surat penyataan)
4. Peserta diwajibkan memakai almamater selama kegiatan
5. Membuat ringkasan bisnis plan. Dengan ketentuan sebagaiman berikut:
A. Kerangkannya:
1. Nama lembaga/perusahaan
2. Lokasi lembaga/perusahaan
3. Komuditi yang akan diusahakan
4. Konsumen yang dituju
5. Pasar yang akan dimasuki
6. Partner yang diajak kerjasama
7. Personil yang dipercaya
8. Peralatan yang digunakan
9. Modal yang diharapkan
10. Penyebaran Promosi
B. Sistematika Penulisan
1. Halaman Depat
2. Daftar Isi
3. Rakuman Eksekutif (abstrak)
4. Penjelasan tentang perusahaan
5. Pemasaran
6. Barang dan jasa yang diusahan/dihasilkan
7. Usaha yang meningkatkan penjualan
8. Permodalan
9. Lampiran-lampiran
C. Maksimal 10 lembar
D. Kerta A4 dan spasi 1,5

6. Seluruh berkas persayaratan dimasukan kedalam map warna biru

Pelaksanaan:
Hari Selasa, 6 November 2012
Tempat di Meeting Room Fakultas Ekonomi Lt. 1
Jam 13.00 – 16.00 WIB

Peserta
Peserta dibatasi maksimal 50 Mahasiswa yang dinyatan lulus seleksi. Dan peserta tidak dipungut biaya apapun.
Tempat Pendaftara
1. Kantor Dewan Eksekutif Mahasiswa Fakultas Ekonomi (CP. Miftahul Munir: 08563266797 dan Yoko Dwi Mukarom: 085649157612)
2. Kantor Jurusan masing-masing (CP. Tamam: 085815160899/Akuntansi, Kadi: 085649940009/manajemen, Yahya: 081553301368/D-III)
3. Kantor Pembantu Dekan Bidang Kemahasiswaan (Romi Faslah: 08990358919 dan Zaim Mukaffi: 081249279574)
Terakhir pendaftaran tanggal 5 November 2012 jam 12.00

Fasilitas
1. Sertifikat
2. Modul bisnis plan
3. Boucknote dan bolpoin
4. Snack dan Makan

Trainer/Narasumber: Prof. Dr. Hj. Sudarmiatin, M. Si (Guru Besar UM)

Makasish...

Wednesday, 17 October 2012

FMT ke II




diberitahukan kepada semua mahasiswa manajemen fak. ekonomi bahwasanya pada hari jumat, 20 oktober 2012 ada FMT ke II.

#wajib bagi MABA 2012 jurusan manajemen & untuk seluruh pengurus hmj manajemen wajib ikut.....


Tuesday, 2 October 2012

OSJUR 2011