web stats
 photo OFFICIALHMJMANAJEMENUINMALIKI_zps022a1aa5.jpg

LOGO HMJ MANAJEMEN 2013/2014

BETTER IN EVERY WAY.

 photo pengurushmjm2013_zps1eaf138b.jpg

PENGURUS HMJ MANAJEMEN 2013/2014

BETTER IN EVERY WAY.

 photo HMJMANAJEMEN2013_zpsbd6cd1a7.jpg

NARSIS DENGAN JERSEY BARU

BETTER IN EVERY WAY.

 photo OSJURMANAJEMEN_zps6153bf32.jpg

OSJUR 2013 DI COBAN RAIS

BETTER IN EVERY WAY.

 photo osjurmanajemenuinmaliki2013_zpsfa9d26f2.jpg

PANITIA OSJUR MANAJEMEN 2013

BETTER IN EVERY WAY.

Friday, 20 July 2012

e-Recruitment System PT Petrokimia Gresik



PT Petrokimia Gresik membuka kesempatan kerja kepada Lulusan :

1. SMA/SMK.

  Dengan syarat-syarat sebagai berikut :


  • Warga Negara Indonesia
  • Jenis kelamin laki – laki
  • Lulusan SMA (IPA)/SMK KIMIA INDUSTRI (Akreditasi A)
  • Usia maksimum 20 Tahun (lahir setelah 31 Juli 1992)
  • Menguasai Bahasa Inggris (minimal pasif)
  • Menguasai Program Komputer Dasar (Ms.Word, Ms.Excell, Ms.Power Point)
  • Nilai rata-rata UAN minimal 8
  • Tinggi badan minimal 165 cm / berat badan ideal
  • Bebas narkoba
  • Tidak buta warna
  • Tidak berkacamata
  • Belum menikah
  • Tidak terikat dinas pada instansi lain. 

 2. SARJANA (S1)
PT Petrokimia Gresik membuka kesempatan kerja kepada Sarjana (S1) dengan latar belakang pendidikan :

  • Teknik Industri
  • Teknik Mesin
  • Agribisnis
  • Agronomi
  • Teknologi Benih
  • Ilmu Tanah
Dengan syarat-syarat sebagai berikut : 

  • Warga Negara Indonesia
  • Usia maksimum 25 tahun (lahir setelah tanggal 31 Juli 1987)
  • Jenis kelamin laki-laki
  • Program Studi Perguruan Tinggi berakreditasi A
  • Memiliki index Prestasi (IP) kumulatif minimal 3,00
  • Memiliki TOEFL minimal 475 (dibuktikan dengan sertifikat)
  • Sehat Jasmani dan Rohani
  • Tidak buta warna
  • Tidak terikat ikatan dinas pada instansi lain.

Jadwal Tes
Seleksi Administrasi
17/07/2012
 - 29/07/2012
INFO LEBIH LENGKAP KUNJUNGI WEBSITE :
  1. UNTUK SARJANA 
  2. UNTUK SMA/ SMK 


Tuesday, 17 July 2012

Interestsand Talents Deparetement

Public Relation Departement

Journalistic Deparetement

Friday, 29 June 2012

Sekolah Masih Punya Celah Lakukan Pungutan



  Ilustrasi

JAKARTA, KOMPAS.com - Anggota Komisi X DPR Raihan Iskandar mengatakan, sekolah masih memiliki celah untuk melakukan pungutan pada seleksi Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB). Menurutnya, celah tersebut kemudian diintepretasikan sekolah untuk menghalalkan pungutan kepada setiap peserta didik baru.

"Masih maraknya pungutan yang terjadi saat penerimaan siswa baru disebabkan masih adanya celah yang dimanfaatkan oleh pihak sekolah," kata Raihan, Kamis (28/6/2012), di Jakarta.

Ia menjelaskan, celah sekolah dalam melakukan pungutan adalah dengan cara "memanfaatkan" Komite Sekolah. Aturan yang ada melegalkan praktik pungutan tersebut, yaitu melalui Keputusan Menteri Pendidikan Nasional Nomor 044/U/2002 tanggal 2 April 2002 tentang Dewan Pendidikan dan Komite Sekolah. Dalam Keputusan Menteri itu dinyatakan bahwa salah satu fungsi Komite Sekolah adalah menggalang dana masyarakat dalam rangka pembiayaan penyelenggaraan pendidikan di setiap satuan pendidikan.

"Jadi, rumusan inilah yang senantiasa dioptimalkan oleh pihak sekolah untuk membenarkan adanya pungutan kepada orang tua siswa, sebagai bagian dari anggota masyarakat," jelasnya.

Menurutnya, pihak sekolah sering kali berdalih jika pungutan dilakukan Komite Sekolah. Padahal, kata dia, pihak Komite sudah dipengaruhi oleh pihak sekolah yang kemudian beralasan bahwa semua pungutan telah melalui musyawarah dan persetujuan para orangtua siswa.

"Orangtua siswa tak berani menolak keinginan pihak sekolah melalui Komite. Jika menolak, mereka khawatir anak mereka tidak bisa diterima di sekolah tersebut," ucap Raihan.

Ia berpendapat, pemerintah harus mengubah seluruh aturan yang terkait agar praktik pungutan tidak terus menerus terjadi.

"Lebih dari itu, mental pungli yang masih melekat harus dikikis habis," kata Raihan. 

Editor :
Inggried Dwi Wedhaswary
Penulis : Indra Akuntono

Kacamata Pintar Google Dijual 1.500 Dollar AS




Project Glass, proyek kacamata pintar dari Google 
KOMPAS.com - Kacamata pintar Google yang dijuluki Project Glass dipamerkan di depan para pengembang aplikasi yang datang ke konferensi Google I/O 2012 di San Fransisco, Amerika Serikat, Rabu (27/6/2012). Kacamata Google sudah bisa dipesan mulai hari ini dengan harga 1.500 dollar AS.

Namun, kacamata pintar saat ini hanya dijual kepada pengembang aplikasi (developer) yang menghadiri acara Google I/O 2012 saja. Google baru akan mengirimkan kacamata ini kepada developer yang memesan pada awal tahun 2013.

Pendiri Google Sergey Brin mengatakan, saat ini kacamata pintar masih berupa prototipe dan belum menjadi produk konsumen. Jadi, belum diperjualbelikan secara bebas.

Seperti perangkat cerdas pada umumnya, kacamata pintar Google dibekali dengan prosesor, memori internal untuk menyimpan data, mikrofon untuk mengirim dan menerima pesan suara, speaker di bingkai sebelah kanan, dan radio ganda untuk komunikasi data internet.

Desain kacamata ini sangat futuristik. Bingkainya terbuat dari titanium, sehingga sangat ringan ketika dikenakan. Kacamata ini memproyeksikan gambar dan data virtual secara langsung ke mata penggunanya, dengan menerapkan teknologi augmented reality. Ia juga dibekali kamera yang dapat memotret dan merekam video tanpa sentuhan tangan.

Penulis : Aditya Panji

Michael Widjaja Menggelorakan Properti Hijau



Robert Adhi Kusumaputra/KOMPAS CEO Sinarmas Land, Michael Widjaja


KOMPAS.com -- Saat diangkat menjadi Group Chief Executive Officer Sinar Mas Land, banyak kalangan yang bertanya-tanya, seperti apa kemampuan Michael Widjaja memimpin perusahaan raksasa properti ini? Apakah anak muda bisa membuat bisnis Sinar Mas lebih berkilau?
Jawabannya ditemukan beberapa waktu kemudian. Bumi Serpong Damai, sekadar menyebut satu usaha yang ditangani Michael, acap mendapat penghargaan dari lembaga properti dunia. Selain itu, ia juga mengajak semua anggota stafnya mulai mengembangkan green district, keberpihakan pada lingkungan hidup.
Untuk memenuhi asa ini, Michael menggerakkan seluruh potensi dan tiada henti mengajak para stafnya mencintai lingkungan setulus-tulusnya. Mencintai bukan karena disuruh atasan, melainkan lahir dari kecintaan pada lingkungan hidup.
Para pemain dan pemerhati properti kemudian paham bahwa Michael punya kapasitas spesifik, yakni mengembangkan isu strategis terarah. Lingkungan memang bukan isu baru. Namun, cara ia mewujudkan ide pelestarian lingkungan sangat atraktif. Anak muda yang lahir pada 9 Juli 1984 ini rela mengucurkan dana ekstra untuk merealisasikan green district.
Berikut petikan wawancara dengan Michael Widjaja di Jakarta, pekan lalu.
Mengapa lingkungan? Biar segera dapat perhatian publik?
Pilihan pada isu lingkungan bukan karena latah, melainkan karena ingin Sinar Mas Land ambil bagian dalam ikhtiar melestarikan lingkungan. Keinginan semua perusahaan properti kami menjadi pelopor mengembangkan bangunan prolingkungan, fasilitas publik bernapaskan lingkungan.
Ini kami lakukan dalam gerakan besar, berkelanjutan, dan dalam ritme sama. Kami lega pengakuan kepada kami terus mengalir, di antaranya Best Office Development di Kuala Lumpur (2011). Lalu di Hongkong, finalis untuk Sinar Mas Land Plaza di BSD City dan kampus ITSB di Kota Deltamas.
Gerakan terkini, membangun green district seluas 25 hektar. Di sini dibangun sebelas gedung dengan tinggi 5-6 lantai. Semua dikemas dalam konsep sangat ramah lingkungan. Ini pun sudah dapat penghargaan internasional di Singapura.
Melahirkan proyek ramah lingkungan bukan perkara gampang. Itu tak semata pada besarnya anggaran, tetapi komitmen para anggota staf di lapangan. Mereka diminta menghayati dan mencintai pekerjaannya. Dengan begitu, muncul tekad menghasilkan karya terbaik.
Seperti apa bangunan ramah lingkungan yang dimaksud?
Coba lihat bangunan di Sinar Mas Land Plaza di BSD City. Lobi mencakup separuh bangunan, tidak pakai AC, mengandalkan embusan angin alam. Bangunan lobi dibuat tinggi dan beberapa bagian terbuka.
Kemudian, hampir semua bahan yang kami gunakan lahir dari proses ramah lingkungan. Misalnya, kayu dan papan adalah papan ramah lingkungan. Lantai dan kaca dari proses ramah lingkungan. Lalu, konstruksi jendela diatur agar angin leluasa menyelusup. Ribuan pohon ditanam, dibiarkan tumbuh subur, untuk menemani kehidupan manusia yang damai.
Keberpihakan pada lingkungan ini tidak saja tampak pada gedung perkantoran, tetapi juga rumah dan sekolah. Kelak gedung-gedung atau perkantoran akan menyatu dalam satu jaringan yang menawan. Kami ingin gedung-gedung perkantoran sambung-menyambung tanpa sekat. Kami tak ingin model di Jalan Sudirman dan Thamrin yang sebelah-menyebelah, tetapi dipisahkan dinding. Alangkah baiknya kalau semua gedung menyatu, tidak lokalistik. Kota-kota di Amerika Serikat, Eropa, dan Jepang, sekat halaman dibuang dan publik bisa berjalan dengan sangat leluasa. Halaman kantor digunakan untuk memaksimalkan areal pedestrian.
Ruko tidak ramah lingkungan, dan amat banyak di BSD?
Ramah atau tak ramah lingkungan tergantung dari kita bagaimana mendesain dan membangunnya. Kini, semua ruko yang hendak dibangun kami bahas bersama-sama secara serius. Kami tidak asal bangun kendati permintaannya luar biasa. Bayangkan, berapa pun harga yang disodorkan langsung laku.
Apa boleh buat, ruko itu dijual lebih mahal. Kami optimistis, penampilan ruko-ruko dengan gaya baru akan lebih atraktif dan lebih hijau. Air hujan dialirkan ke dalam tanah, tidak ke got dan laut.
Kami akan menata lalu lintas. Infrastruktur kami perbaiki, angkutan umum ditata agar tak terjadi kemacetan parah. Kemacetan menguras energi, mengisap bahan bakar. Ini mesti ditata agar mimpi melahirkan BSD sebagai "a green city" terwujud.
Soal lingkungan, tidak bentrok dengan staf finansial?
Disadari, kadang kala lompatan terlalu maju tidak masuk dalam kalkulasi bisnis. Jika sudah begini, harus mengompromikan mimpi dengan realitas. Bagaimanapun mesti ada kalkulasi bisnis yang terkontrol. Kita hendak melestarikan lingkungan, mestinya termasuk melestarikan perusahaan. Kalau perusahaan yang berkomitmen lingkungan tetap lestari, lingkungan hidup pun akan tetap lestari.
Siapa guru dalam properti?
Ayah, Pak Mukhtar Widjaja. Ayah dibantu kakek (Eka Tjipta Widjaja) dan teman-temannya melahirkan Sinar Mas Land. Ayah keras, tetapi yang dikagumi, ia dapat membungkusnya dengan kasih sayang. Bertahun- tahun, ia mengajari konsistensi sikap, ketepatan waktu, cara mengambil kebijakan, cara melihat persoalan, dan melahirkan gagasan benar. Belajar properti juga dari para senior Sinar Mas Land. 

Sumber :
Kompas Cetak
Oleh Abun Sanda

Pierre Sukses Berbisnis Pendidikan di Usia Muda



 
KOMPAS.com - Passion merupakan motor terbesar Pierre Senjaya dalam membesarkan bisnisnya di dunia pendidikan. Didikan orang tua yang selalu memprioritaskan pendidikan membuat Pierre menikmati aktivitasnya di bisnis sekolah dan konsultan pendidikan.

Bisnis pendidikan merupakan salah lini usaha yang potensial dikembangkan di Tanah Air. Tengok saja kisah Pierre Senjaya yang sukses berbisnis pendidikan lewat jaringan sekolah Stella Maris.

Stella Maris merupakan sekolah pendidikan formal yang mengelola taman kanak-kanak (TK) hingga sekolah menengah atas (SMA). Saat ini, Stella Maris memiliki dua sekolah milik sendiri dan dua sekolah milik terwaralaba. Tahun 2011, omzet bisnis sekolah ini mencapai sekitar Rp 100 miliar.

Pierre yang kini menjabat sebagai Direktur Stella Maris International Education memang bukan pendiri Stella Maris. Dia adalah penerus dari usaha yang didirikan oleh sang ibu, Strella. Meski hanya penerus, bukan berarti Pierre tidak terlibat saat Stella Maris berdiri. Bahkan di tangannya, Stella Maris terus berkembang dan memiliki beberapa cabang. Ia pula yang membuka kerja sama waralaba.

Selain mengembangkan sekolah formal, Pierre juga membuka bisnis pendidikan di bidang pembentukan karakter, pendidikan karier, dan bisnis konsultan pendidikan di bawah bendera Asia One Consulting dan Success Academy Indonesia. “Sekolah yang datang untuk berkonsultasi sudah cukup banyak. Dari 2010 hingga sekarang, sudah ada 20 sekolah,” ujar pria kelahiran Jakarta, 1 September 1979 ini.

Pierre bercerita, cikal bakal Stella Maris adalah keprihatinan terhadap anak-anak panti asuhan Padang Gembala milik ibunya yang tidak memiliki sekolah standar. Akhirnya, sang ibu membuka sekolah Stella Maris pada tahun 1995 di kawasan Serpong. Ia memulai dengan dua ruko. “Kami membuka untuk umum, selain untuk anak panti sendiri,” ujar suami Susan Angela ini. Kelas yang dibuka adalah untuk TK dan SD.

Saat sekolah Stella Maris dibuka, Pierre masih duduk di sekolah menengah atas (SMA). Meski sebagai pelajar, dia sempat berkeliling menyebarkan brosur dan memasang spanduk Stella Maris di pasar hingga ke pusat perbelanjaan. “Selama enam bulan kami berpromosi secara tradisional. Syukur, respons cukup bagus. Kami mendapat 200 murid,” kenangnya. Setelah itu, sekolah terus berkembang, dari dua ruko menjadi empat ruko, bahkan sampai delapan ruko pada tahun 1999. Jenjang pendidikannya juga bertambah, ada SMP dan SMA.

Saat kuliah di Universitas Bina Nusantara jurusan akuntansi, Pierre diserahi tanggung jawab mengelola keuangan dan administrasi Stella Maris. “Saya padatkan kuliah menjadi empat hari seminggu supaya bisa mengurus Stella Maris,” ujar anak kedua dari dua bersaudara ini. Ia juga diserahi tugas membenahi sistem teknologi informasi untuk memudahkan laporan keuangan dan administrasi.

Setelah lulus kuliah pada tahun 2001, sembari menjalankan pengelolaan Stella Maris, Pierre menjadi programmer di Bank Lippo. “Saya ingin mencari pengalaman lain,” dalihnya. Ia juga melanjutkan kuliah S-2 di Universitas Pelita Harapan dengan mengambil jurusan Teknologi Pendidikan. Di Bank Lippo, Pierre hanya bertahan setahun, dan kemudian pindah ke PT Rimba Dana sebagai system analyst selama setahun. Setelah itu, ia terlibat total di pengelolaan Stella Maris.
Kurang modal
Stella Maris maju semakin pesat. Tahun 2004, sekolah itu menerapkan sertifikasi ISO 9001: 2000. Setelah studi banding sekolah di Singapura dan Australia, Pierre lantas mengadopsi kurikulum International Baccalaureate (IB) dan kurikulum Cambridge yang menitikberatkan pada kemampuan akademik. Jumlah siswanya pun terus bertambah menjadi sekitar 2.500 siswa.

Sukses di sekolah reguler, Pierre mulai merintis sekolah internasional. “Untuk mendirikan sekolah ini, kami butuh modal puluhan miliar rupiah, cash flow kami tentu tidak mencukupi,” kenangnya. Dia mencoba mencari pinjaman ke bank. Tapi, dua bank menolak proposal pengajuan kredit.

Alhasil, Pierre mulai mempelajari secara detail proposal kredit. Dia mencari tahu kriteria bisnis model seperti apa yang bisa meyakinkan bank. Berkat cara ini, dia berhasil mendapatkan utang dari salah satu bank swasta nasional. “Mereka melihat arus keuangan kami sehat dan penambahan jumlah murid pesat,” katanya.

Pierre juga sempat menghadapi sengketa dengan warga di sekitar lahan yang bakal dibangun sekolah internasional di Summarecon Serpong. “Hanya karena kesalahpahaman, mereka mendemo. Tapi, syukur, itu bisa diatasi,” ujarnya. Tahun 2006, dia membuka sekolah internasional Stella Maris.

Kesuksesan Stella Maris di bisnis pendidikan membuat banyak pihak tertarik. “Beberapa ingin membuka cabang, tapi kami belum siap. Tahun 2009, kami baru berani menawarkan waralaba,” ujar Pierre. Saat ini, ia menargetkan menambah lima cabang setiap tahun.

Selain berbisnis pendidikan, Pierre juga mempunyai bisnis pribadi, yaitu jasa leasing sepeda motor besar dan penjualan vila mewah di Bali.

Banyak Keris Indonesia "Lari" ke Luar Negeri



DENPASAR, KOMPAS.com - Sekretariat Nasional Keris Indonesia  mencatat keris-keris pusaka warisan kerajaan di berbagai daerah di Indonesia banyak yang "lari" ke luar negeri akibat pemiliknya tergoda dengan harga tinggi.

"Sebenarnya hingga saat ini masih banyak keris-keris pusaka peninggalan kerajaan dan menjadi buruan para kolektor yang nantinya kembali dijual ke luar negeri," kata Humas Sekretariat Nasional Keris Indonesia  (SNKI) J Andri di Denpasar, Kamis (28/6/2012).

Ia mengatakan hal itu di sela-sela kegiatan sarasehan yang mengusung tema "Penguatan Keris sebagai Representasi Pusaka dan Peradaban Bangsa" yang digelar dalam kaitan menyambut Hari Tumpek Landep, ritual khusus yang ditujukan untuk keris dan benda-benda tajam yang terbuat dari bahan besi.

Ia mengatakan, di berbagai daerah di Kalimantan, Sulawesi dan Sumatera masih banyak memiliki warisan keris pusaka zaman kerajaan.

"Keris-keris tersebut kini menjadi sasaran empuk para pemburu keris untuk selanjutnya diperdagangkan kembali ke luar negeri," ujar J Andri yang mengaku memiliki 400 koleksi keris.

Jika keris-keris pusaka warisan zaman kerajan di Tanah Air itu sampai habis dijual ke luar negeri, maka generasi mendatang tidak akan mengetahui betapa Indonesia pernah kaya dengan beraneka ragam keris yang pernah dimiliki.

"Keris Indonesia, khususnya dari kerajaan-kerajaan di Kalimantan dan Sumatera kini menjadi koleksi museum di Singapura, Malaysia dan Brunei Darussalam," tutur J. Andri.

Oleh sebab itu perlu kesadaran dari para pewaris keris pusaka bekas kerajaan di Tanah Air untuk tetap melestarikan. Selain itu pemerintah kabupaten/kota, khususnya museum untuk mengoleksinya, jangan sampai warisan yang bernilai sejarah itu "lari" ke luar negeri.

Hal itu penting karena keris pusaka merupakan salah satu warisan seni budaya yang diharapkan tetap eksis di tengah kemajuan dan perkembangan sebagai cermin peradaban bangsa Indonesia, ujar J. Andri.

Penulis : Yunanto Wiji Utomo

Saturday, 23 June 2012

Aku ingin menjadi LUAR BIASA !!!!

Mata, pikiran dan hati selalu ingin melihat semuanya indah seperti yang kita impikan. Tetapi mengapa kenyataannya tidak seperti yang kita harapkan ? Anda tentu punya impian, harapan, keinginan atau cita - cita.Pertanyaanya, sudahkah semuanya menjadi kenyataan ? atau sudah berapa persenkah anda mewujudkannya ?
Tulisan ini akan mengajak anda mendesain masa depan yang lebih baik. Namun sebelum melanjutkan membacanya , siapkan pensil dan buku untuk mencatat hal terpenting yang muncul. Siapkan pula pikiran, hati, ketulusan serta kejujuran anda menerima dalil - dalil di bawah ini :
Pengakuan diri yang jujur merupakan kunci sukses pribadi anda
Sebuah keberanian akan mengantar anda kejalan yang tepat
Sikap mau belajar merupakan teman seperjalanan yang akan memberi penerangan
Rendah hati adalah senjata untuk menghancurkan semua rintangan
Setelah memahami dalil - dalil diatas, mari berlayar memahami diri anda, menemukan impian dan meraihnya.
Cita - cita. Pengenalan diri secara jujur merupakan sikap yang sangat bijaksana sebelum anda ingin menjadi luar biasa. Dengan begitu anda akan menemukan kelebihan dan kekurangan anda. " aku dan cita - citaku " adalah suatu bentuk keinginan paling mendalam dari setiap orang. Untuk mengenali diri anda sendiri maka anda harus set ulang apa sebenarnya cita - cita anda. Mau jadi apa saya dalam 3, 5, 10 tahun mendatang ? Orang - orang luar biasa selalu mencari lingkungan yang mendukung dirinya menjadi apa yang diimpikannya. Jika tidak menemukannya, mereka tidak pasrah ! Mereka justru menciptakan lingkungan sendiri. Silahkan introspeksi diri apakah cita - cita anda sejalan dan mendapatkan lingkungan yang sesuai. Jika tidak anda harus berani keluar dari jalan yang selama ini dijalani. Beranilah berputar haluan ! Lalu tatapkan cita - cita anda dan pegang teguh itu. Kenali diri anda dengan cita - cita anda.

Citra Diri. Bagaimana cara anda memandang diri anda sendiri ? Apakah anda melihat diri anda sebagai sosok yang lemah, tak berdaya, penuh rasa rendah diri, apatis, egois, menyebalkan, minder, takut gagal atau sifat dan sikap negatif lainnya ? Citra diri yang baik merupakan syarat mutlak untuk anda menjadi manusia yang luar biasa. Jika selama ini anda pesimis pada diri sendiri,maka sudah waktunya mengubah diri menjadi optimis, berpenghargaan besar, berambisi, dan berani menghadapi tantangan dan resiko. Setiap pribadi layak untuk berhasil dan sukses. Setiap pribadi berhak menetapkan cita - citanya setinggi langit, berhak mendapatkan apa yang diinginkan. Selama anda merasa todak layak, tidak mampu, itu berarti anda terlalu menghina diri anda sendiri. Anda sudah menginjak - injak diri sendiri. Sebab itu perbaiki cara melihat diri sendiri. Perbaiki citra diri anda.

Harga Diri. Perasaan diri sendiri atau berapa besar menyukai diri sendiri itu adalah sebuah harga diri. Pernahkah anda membayangkan jadi bintang film terkenal yang disanjung dan dihormati banyak orang ? Bukankah hati dan perasaan anda sangat luar biasa ? Bukankah itu sangat berpengaruh terhadap perasaan ? Bukankah kemudian anda semakin menyukai diri anda sendiri ? Itulah sebuah harga diri. Menyukai, bangga, dan menyayangi diri sendiri merupakan faktor terpenting untuk menjadi luar biasa. Orang lain tidak mungkin akan menghargai anda jika anda sendiri tidak pernah menghargai diri sendiri. Kalau anda memberikan nilai 10 pada diri anda maka orang lain pun akan memberikan nilai 10, bahkan lebih ! Sebaliknya jika anda sudah tidak menghargai diri sendiri, begitu murah menghargai diri sendiri, orang lain pun akan melakukan hal yang sama terhadap anda. Maka hargai diri anda setinggi - tingginya.

Menantang Diri Sendiri. Anda tidak mungkin termotivasi setiap saat. Ada kalanya jika hidup terasa sulit sehingga motivasi hilang. Tetapi sebaliknya, jika perasaan anda sedang senang maka anda akan mendapatkan kembali api motivasi tersebut. Motivasi akan muncul jika berhubungan dengan nilai kehidupan, keinginan, kebutuhan dan ambisi. Motivasi juga akan timbul jika kita hendak bepergian, kehidupan terancam atau waktu menghadapi sebuah resiko. Maka, tatkala anda kehilangan motivasi, saatnya anda harus menantang diri sendiri. Ciptakan lagi motivasi yang terhilang tersebut. Bagaimana caranya ? lakukan cara ini : tetap antusias, penuhi diri dengan rasa ingin tahu, baca buku, dengar kaset motivasi, renungkan terus impian, bayangkan saat impian terwujud, sadari bahwa anda dalam proses perubahan, dan jangan berharap kehidupan jadi lebih mudah. Menantang diri sendiri berarti anda berani mengakui segala kelemahan dan kekurangan. Anda harus siap mengubahnya menjadi kekuatan dan kelebihan. Berani menantang diri anda sendiri berarti anda sudah masuk ke dalam dunia komitmen yang tertinggi dalam proses pencapaian kemenangan diri anda.

Mulai Bergerak. Setelah mengetahui dengan pasti ke mana anda akan pergi, maka saatnya anda bergerak. Kesiapan sangatlah diperlukan dalam perjalanan anda menjadi manusia yang luar biasa. Maka hal - hal yang harus anda lakukan adalah : mengubah frustasi menjadi aksi. Sudah saatnya anda tinggalkan konsep - konsep, metode, cara - cara kerja dan kebiasaan lama. Ganti dengan yang baru. Saatnya anda bangkit, bangun dan sadar bahwa ternyata anda menjadi luar biasa jika anda mau dan bersedia membayar harganya. Apa yang harus anda perbuat ? Buat daftar sifat terbaik lalu buang sifat buruk. tetaplah bergairah, terus belajar mengembangkan potensi diri, kepribadian, tantangan lebih berani, selalu bicara positif, membuat prestasi lebih baik, selalu berhubungan dengan orang lain, selalu memotivasi diri setiap saat, dan memahami hukum panen. Jika anda menghendaki buah durian janganlah menanam biji jagung.

Menjadi Luar Biasa. Setelah mengenali diri, berani menantang diri sendiri, mulai bergerak ke depan ke arah perbaikan, kemajuan, pengembangan diri yang positif, maka siap - siaplah menyongsong lahirnya diri anda sebagai manusia luar biasa. Berfikir terlebih dulu baru bertindak adalah cara yang benar yang dilakukan oleh orang - orang luar biasa. Kendaraan berati fasilitas yang dipergunakan untuk menuju ke masa depan yang anda inginkan. Kendaraan anda tidak lain adalah semangat anda.

Kemauan. Akhir kata, kemauan dan pilihan adalah yang sangat menentukan apakah anda ingin tetap menjadi manusia yang biasa atau luar biasa. Tidak perduli anda siap dan dari mana, jika anda mau dan memilih untuk menjadi orang yang luar biasa anda pasti bisa. Tetapi jika anda tidak mau, maka hidup anda tidak akan pernah berubah. Jika anda tidak memilih, janganlah menyalahkan keadaan. Anda yang menentukan ke mana akan pergi, dengan siapa pergi, apa yang harus dibawa, berapa banyak bekal, kapan mau berangkat, jalan mana yang harus dilewati, semuanya tergantung pada pilihan dan keputusan anda sendiri. Menjadi luar biasa hanyalah salah satu pilihan yang dapat anda pilih dalam kehidupan anda. Anda pasti bisa jika anda menginginkannya. Salam sukses !***

(oleh: Benyamin, Pemimpin Gemini Training Center).

Academic development Department

Sunday, 10 June 2012

Peminum Teh Jarang Kena Diabetes

KOMPAS.com — Ini adalah kabar baik bagi Anda pencinta minuman teh. Riset terbaru mengindikasikan, minum teh dapat membantu menurunkan risiko diabetes tipe 2, tetapi hanya jika Anda minum empat cangkir atau lebih setiap hari.

Sebuah studi populasi di Eropa menemukan bahwa negara-negara yang minum empat cangkir teh sehari—rata-rata masyarakat di Inggris—memiliki risiko 20 persen lebih rendah terkena penyakit diabetes tipe 2.

Peneliti mengatakan, manfaat dari minum teh tampak paling jelas di antara peminum teh berat (4 cangkir atau lebih sehari). Sedangkan mereka yang minum satu sampai tiga cangkir sehari tidak mengalami penurunan risiko terhadap diabetes.

Tim peneliti yang dipimpin oleh Christian Herder dari Leibniz Center untuk Penelitian Diabetes di Heinrich Heine University Duesseldorf, Jerman, mengatakan, riset sebelumnya menunjukkan konsumsi teh dikaitkan dengan insiden lebih rendah dari diabetes tipe 2.

"Obesitas merupakan faktor risiko utama untuk pengembangan diabetes tipe 2, tetapi faktor makanan juga dapat berperan. Salah satu faktor diet yang menarik adalah konsumsi teh. Konsumsi teh dapat menurunkan risiko diabetes tipe 2 dengan memengaruhi pencernaan glukosa, penyerapan glukosa, dan dengan melindungi sel beta dari kerusakan radikal bebas. Efek menguntungkan ini mungkin disebabkan oleh kandungan polifenol dalam teh," jelas Herder.

"Minum sedikitnya empat cangkir teh per hari dikaitkan dengan 20 persen risiko lebih rendah, sedangkan minum satu sampai tiga cangkir per hari tidak menurunkan risiko diabetes dibandingkan dengan mereka yang bukan peminum teh," tambahnya.

Herder mengatakan, belum diketahui secara pasti apakah jumlah asupan teh memengaruhi. Oleh karena itu, ia meneliti hubungan antara konsumsi teh dan jumlah kasus diabetes tipe 2 pada populasi masyarakat Eropa.

Riset ini dilakukan di 26 pusat penelitian di delapan negara Eropa, dan terdiri dari 12.403 insiden kasus diabetes tipe 2 ditambah ribuan relawan lain yang tidak memiliki penyakit.

"Meningkatkan pemahaman kita tentang modifikasi gaya hidup terkait dengan perkembangan diabetes tipe 2 menjadi sangat penting karena prevalensi diabetes terus meningkat dengan cepat."

"Sejalan dengan temuan ini, tidak ada hubungan ketika konsumsi teh dipelajari sebagai suatu variabel kontinu. Ini mungkin menunjukkan bahwa efek perlindungan teh hanya terbatas untuk mereka yang mengonsumsi teh dalam jumlah paling tinggi," ungkapnya.
KOMPAS.com - Rokok sebagai salah satu "mesin pembunuh" diperkirakan telah menyebabkan kematian 300.000 orang per tahun di Indonesia, sedangkan di dunia diperkirakan jumlah itu meningkat menjadi 5,4 juta kematian per tahun atau 1 kematian tiap 6,5 detik.
"Lebih dari 80 persen perokok ada di negara sedang berkembang seperti Indonesia. Riskesdas (Riset Kesehatan Dasar) tahun 2010 menunjukkan prevalensi perokok adalah sebesar 34,7 persen," ujar Direktur Pengendalian Penyakit Tidak Menular Kementerian Kesehatan Ekowati Rahajeng di Jakarta, seperti dilansir Antara, Selasa (29/5/2012).
Rokok yang setiap batangnya mengandung lebih dari 4.000 jenis racun merupakan faktor risiko dari berbagai penyakit, di mana nikotin diketahui berkontribusi terhadap kanker paru-paru, hipertensi, penyakit jantung dan pembuluh darah, infertilitas pria, dan juga terhadap terjadinya disfungsi ereksi.
Prevalensi perokok di Indonesia sendiri tidak banyak berubah dari data Riskesdas tahun 2007 yang mencatat prevalensi perokok sebesar 33,4 persen. Namun, perhatian besar diberikan terhadap meningkatnya jumlah perokok remaja seperti dalam survei yang dilakukan Global Youth Tobacco Survey 2009 yang menunjukkan bahwa 20,3 persen pelajar SMP sudah merokok.
Dibandingkan dengan data Survei Sosial Ekonomi Nasional (Susenas) tahun 1995, jumlah perokok remaja naik lebih dari dua kali lipat dimana peningkatan perokok pada remaja perempuan meningkat lebih pesat dibandingkan perokok remaja perempuan.
Jumlah perokok anak juga naik enam kali lipat dalam 12 tahun yaitu 71.126 anak pada 1995 menjadi 426.214 anak pada 2007.       Pemerintah, disebut Ekowati telah mengeluarkan kebijakan pengendalian rokok di Indonesia antara lain melalui UU No.36/2009 tentang Kesehatan.
"Di UU Kesehatan, pasal 113 mengatur mengenai pengamanan penggunaan bahan yang mengandung zat adiktif dan pasal 114 tentang peringatan kesehatan dan pasal 115 mengenai kawasan tanpa rokok," kata Ekowati merinci.
Namun peraturan pemerintah pendukungnya yaitu RPP Pengendalian Dampak Produk Tembakau yang telah dibahas sejak munculnya UU tersebut hingga kini belum juga disahkan oleh Presiden.
Kepala Biro Hukum dan Organisasi Kementerian Kesehatan Asril Rusli sebelumnya mengatakan RPP tersebut telah selesai pembahasannya dan tinggal menunggu disahkan, bahkan telah diagendakan dalam rapat terbatas kabinet dengan presiden namun belum juga disahkan.
KOMPAS.com - Rokok sebagai salah satu "mesin pembunuh" diperkirakan telah menyebabkan kematian 300.000 orang per tahun di Indonesia, sedangkan di dunia diperkirakan jumlah itu meningkat menjadi 5,4 juta kematian per tahun atau 1 kematian tiap 6,5 detik.
"Lebih dari 80 persen perokok ada di negara sedang berkembang seperti Indonesia. Riskesdas (Riset Kesehatan Dasar) tahun 2010 menunjukkan prevalensi perokok adalah sebesar 34,7 persen," ujar Direktur Pengendalian Penyakit Tidak Menular Kementerian Kesehatan Ekowati Rahajeng di Jakarta, seperti dilansir Antara, Selasa (29/5/2012).
Rokok yang setiap batangnya mengandung lebih dari 4.000 jenis racun merupakan faktor risiko dari berbagai penyakit, di mana nikotin diketahui berkontribusi terhadap kanker paru-paru, hipertensi, penyakit jantung dan pembuluh darah, infertilitas pria, dan juga terhadap terjadinya disfungsi ereksi.
Prevalensi perokok di Indonesia sendiri tidak banyak berubah dari data Riskesdas tahun 2007 yang mencatat prevalensi perokok sebesar 33,4 persen. Namun, perhatian besar diberikan terhadap meningkatnya jumlah perokok remaja seperti dalam survei yang dilakukan Global Youth Tobacco Survey 2009 yang menunjukkan bahwa 20,3 persen pelajar SMP sudah merokok.
Dibandingkan dengan data Survei Sosial Ekonomi Nasional (Susenas) tahun 1995, jumlah perokok remaja naik lebih dari dua kali lipat dimana peningkatan perokok pada remaja perempuan meningkat lebih pesat dibandingkan perokok remaja perempuan.
Jumlah perokok anak juga naik enam kali lipat dalam 12 tahun yaitu 71.126 anak pada 1995 menjadi 426.214 anak pada 2007.       Pemerintah, disebut Ekowati telah mengeluarkan kebijakan pengendalian rokok di Indonesia antara lain melalui UU No.36/2009 tentang Kesehatan.
"Di UU Kesehatan, pasal 113 mengatur mengenai pengamanan penggunaan bahan yang mengandung zat adiktif dan pasal 114 tentang peringatan kesehatan dan pasal 115 mengenai kawasan tanpa rokok," kata Ekowati merinci.
Namun peraturan pemerintah pendukungnya yaitu RPP Pengendalian Dampak Produk Tembakau yang telah dibahas sejak munculnya UU tersebut hingga kini belum juga disahkan oleh Presiden.
Kepala Biro Hukum dan Organisasi Kementerian Kesehatan Asril Rusli sebelumnya mengatakan RPP tersebut telah selesai pembahasannya dan tinggal menunggu disahkan, bahkan telah diagendakan dalam rapat terbatas kabinet dengan presiden namun belum juga disahkan.

Rokok Diperkirakan "Bunuh" 300.000 Orang Per Tahun

KOMPAS.com - Rokok sebagai salah satu "mesin pembunuh" diperkirakan telah menyebabkan kematian 300.000 orang per tahun di Indonesia, sedangkan di dunia diperkirakan jumlah itu meningkat menjadi 5,4 juta kematian per tahun atau 1 kematian tiap 6,5 detik.
"Lebih dari 80 persen perokok ada di negara sedang berkembang seperti Indonesia. Riskesdas (Riset Kesehatan Dasar) tahun 2010 menunjukkan prevalensi perokok adalah sebesar 34,7 persen," ujar Direktur Pengendalian Penyakit Tidak Menular Kementerian Kesehatan Ekowati Rahajeng di Jakarta, seperti dilansir Antara, Selasa (29/5/2012).
Rokok yang setiap batangnya mengandung lebih dari 4.000 jenis racun merupakan faktor risiko dari berbagai penyakit, di mana nikotin diketahui berkontribusi terhadap kanker paru-paru, hipertensi, penyakit jantung dan pembuluh darah, infertilitas pria, dan juga terhadap terjadinya disfungsi ereksi.
Prevalensi perokok di Indonesia sendiri tidak banyak berubah dari data Riskesdas tahun 2007 yang mencatat prevalensi perokok sebesar 33,4 persen. Namun, perhatian besar diberikan terhadap meningkatnya jumlah perokok remaja seperti dalam survei yang dilakukan Global Youth Tobacco Survey 2009 yang menunjukkan bahwa 20,3 persen pelajar SMP sudah merokok.
Dibandingkan dengan data Survei Sosial Ekonomi Nasional (Susenas) tahun 1995, jumlah perokok remaja naik lebih dari dua kali lipat dimana peningkatan perokok pada remaja perempuan meningkat lebih pesat dibandingkan perokok remaja perempuan.
Jumlah perokok anak juga naik enam kali lipat dalam 12 tahun yaitu 71.126 anak pada 1995 menjadi 426.214 anak pada 2007.       Pemerintah, disebut Ekowati telah mengeluarkan kebijakan pengendalian rokok di Indonesia antara lain melalui UU No.36/2009 tentang Kesehatan.
"Di UU Kesehatan, pasal 113 mengatur mengenai pengamanan penggunaan bahan yang mengandung zat adiktif dan pasal 114 tentang peringatan kesehatan dan pasal 115 mengenai kawasan tanpa rokok," kata Ekowati merinci.
Namun peraturan pemerintah pendukungnya yaitu RPP Pengendalian Dampak Produk Tembakau yang telah dibahas sejak munculnya UU tersebut hingga kini belum juga disahkan oleh Presiden.
Kepala Biro Hukum dan Organisasi Kementerian Kesehatan Asril Rusli sebelumnya mengatakan RPP tersebut telah selesai pembahasannya dan tinggal menunggu disahkan, bahkan telah diagendakan dalam rapat terbatas kabinet dengan presiden namun belum juga disahkan.
Indonesia saat ini mempunyai prestasi yang cukup menyedihkan seputar rokok. Jumlah perokok di Indonesia masuk dalam tiga besar di dunia setelah China dan India (WHO 2008). Sementara itu konsumen rokok di negeri kita berada di urutan setelah China, Amerika Serikat, Rusia, dan Jepang, di tahun 2007.

Yang membedakan kita dengan Amerika Serikat adalah, negara Paman Sam itu sudah berhasil menekan jumlah perokok. Di tahun 2010 hanya tinggal 19,3 persen yang masih merokok. Keberhasilan Amerika untuk dapat menekan jumlah perokok pada masyarakatnya adalah karena kampanye media secara massal yang terus menerus dan konsisten akan dampak buruk merokok, harga rokok yang terus meningkat dan memperluas daerah bebas rokok.

Di Indonesia hasil Riset Kesehatan Dasar (RISKESDAS) tahun 2010 menunjukkan bahwa 1 dari 3 orang Indonesia merokok. Usia perokok Indonesia paling tinggi ada  pada kelompok usia produktif, yakni 25-64 tahun. Sebagian besar orang yang merokok di Indonesia adalah  penduduk pedesaan, tingkat pendidikan rendah, umumnya mereka  pekerja informal dengan status ekonomi rendah.

Kondisi ini sungguh menarik dan menjadi renungan kita bersama. Orang-orang yang berpendidikan tinggi cenderung menghindari rokok. Hanya 19,6 % perokok setiap hari yang bertitel sarjana. Orang-orang dengan penghasilan tetap dan status ekonomi baik juga berkurang yang merokok.

Salah satu hal yang membuat mereka mengurangi mengkonsumsi merokok karena mereka bekerja di ruang-ruang tertutup dan ber AC yang membuat mereka tidak dapat merokok setiap saat di ruangan tertutup.

Di sisi lain yang perlu kita simak profil para perokok Indonesia dari RISKESDAS tersebut adalah lebih dari 60% usia pertama kali orang merokok di Indonesia kurang dari 20 tahun. Kelompok umur 15-19 tahun merupakan kelompok yang terbesar merokok. Tetapi ada hal yang sangat menyedihkan bahwa ada sekitar 2,2 % orang yang mulai merokok pada masa anak-anak yaitu pada umur 5-9 tahun.  Bahkan kita juga semua tahu bahwa beberapa anak Balita kita sudah menjadi pencandu rokok.

Kita juga tahu bahwa perokok aktif ini menjadi masalah pada lingkungan sekitarnya. Mereka akan membuat orang di sekitarnya menjadi perokok pasif. Apalagi lebih dari 75 % perokok merokok di rumahnya.

Dampak buruk rokok
Tampaknya kita semua sudah tahu bahwa rokok berdampak buruk bagi kesehatan. Cuma masalahnya  bagi perokok karena sudah candu tidak mudah bagi mereka untuk meyakinkan diri untuk tidak merokok. Bagi perokok kadang-kadang yang menjadi patokan dampak merokok buat mereka adalah gangguan pernafasan. Sehingga jika mereka tidak batuk dan tidak sesak mereka masih tetap merokok.

Padahal efek samping dari merokok tidak melulu berdampak pada saluran pernafasan. Tampaknya mereka harus “kapok” terlebih dahulu sebelum mereka berhenti merokok. Pasien yang mengalami kanker antara lain kanker lidah, karena kerongkongan,  kanker usus besar,  kanker paru atau kanker pankreas akan menyesali kenapa mereka merokok setelah menderita kanker.

Rasanya cerita dampak buruk rokok pada seseorang akan selalu kita alami terjadi pada keluarga kita. Apalagi saya yang sehari-sehari bertemu dengan pasien, melihat langsung dampak rokok pada kesehatan seseorang. Kalau penyakit akibat rokok tidak terlalu berat biasanya pasien hanya mengurangi sedikit rokoknya dan kembali lagi untuk merokok setelah sehat. Tetapi jika dampak sakit pada perokok tersebut cukup berat biasanya mereka berhenti merokok total.

Serangan stroke ringan atau TIA juga kadang kala membuat kapok seorang perokok untuk tidak merokok lagi. Ini terjadi pada ayah sendiri dimana beliau seorang perokok kuat dan berhenti total setelah jatuh di kamar mandi dan mengalami serangan stroke ringan.

Para perokok yang mengalami hipersensitifitas pada saluran pernafasannya yang ditandai dengan rasa sesak biasanya takut untuk mencoba rokok lagi. Serangan jantung juga kerap membuat kapok seseorang untuk merokok.

Dampak lain yang sebenarnya tidak diketahui oleh para perokok bahwa rokok akan menyebabkan gangguan pada saluran pencernaan atas seseorang. Mereka yang merokok sering merasa begah, cepat kenyang dan kembung.
Rokok juga menyebakan asam lambung naik kembali ke kerongkongan atau refluks yang mencetuskan penyakit GERD. Belum lagi rokok juga dapat merusak gusi serta gigi geligi. Mereka umumnya tidak nafsu makan karena lambungnya sudah terasa penuh dengan gas akibat hirupan asap rokok.

Kondisi hipoksia kronis pada seseorang perokok juga dapat mencetuskan penurunan nafsu makan, Oleh karena itu kita sering mendengar seseorang perokok yang berhenti merokok berat badannya akan naik karena nafsu makannya bertambah atau menjadi meningkat setelah berhenti merokok.

Akhirnya di hari dunia  tanpa tembakau yang jatuh pada tanggal 31 Mei  saya juga mengingatkan kembali kepada kita semua untuk peduli akan dampak buruk rokok ini. Rokok merupakan zat yang sangat membahayakan tubuh baik bagi perokok maupun orang yang berada disekeliling perokok tersebut.
Kita harus mendukung penuh pelaksanaan perluasan daerah bebas asap rokok.  Perlu kita dukung juga peringatan kesehatan berbentuk gambar pada bungkus rokok. Secara terus menerus hal ini akan membantu pelaksanaan kampanye anti rokok karena berdampak buruk bagi kesehatan.

Salam sehat

Matikan Rokok Anda Sekarang!

Indonesia saat ini mempunyai prestasi yang cukup menyedihkan seputar rokok. Jumlah perokok di Indonesia masuk dalam tiga besar di dunia setelah China dan India (WHO 2008). Sementara itu konsumen rokok di negeri kita berada di urutan setelah China, Amerika Serikat, Rusia, dan Jepang, di tahun 2007.

Yang membedakan kita dengan Amerika Serikat adalah, negara Paman Sam itu sudah berhasil menekan jumlah perokok. Di tahun 2010 hanya tinggal 19,3 persen yang masih merokok. Keberhasilan Amerika untuk dapat menekan jumlah perokok pada masyarakatnya adalah karena kampanye media secara massal yang terus menerus dan konsisten akan dampak buruk merokok, harga rokok yang terus meningkat dan memperluas daerah bebas rokok.

Di Indonesia hasil Riset Kesehatan Dasar (RISKESDAS) tahun 2010 menunjukkan bahwa 1 dari 3 orang Indonesia merokok. Usia perokok Indonesia paling tinggi ada  pada kelompok usia produktif, yakni 25-64 tahun. Sebagian besar orang yang merokok di Indonesia adalah  penduduk pedesaan, tingkat pendidikan rendah, umumnya mereka  pekerja informal dengan status ekonomi rendah.

Kondisi ini sungguh menarik dan menjadi renungan kita bersama. Orang-orang yang berpendidikan tinggi cenderung menghindari rokok. Hanya 19,6 % perokok setiap hari yang bertitel sarjana. Orang-orang dengan penghasilan tetap dan status ekonomi baik juga berkurang yang merokok.

Salah satu hal yang membuat mereka mengurangi mengkonsumsi merokok karena mereka bekerja di ruang-ruang tertutup dan ber AC yang membuat mereka tidak dapat merokok setiap saat di ruangan tertutup.

Di sisi lain yang perlu kita simak profil para perokok Indonesia dari RISKESDAS tersebut adalah lebih dari 60% usia pertama kali orang merokok di Indonesia kurang dari 20 tahun. Kelompok umur 15-19 tahun merupakan kelompok yang terbesar merokok. Tetapi ada hal yang sangat menyedihkan bahwa ada sekitar 2,2 % orang yang mulai merokok pada masa anak-anak yaitu pada umur 5-9 tahun.  Bahkan kita juga semua tahu bahwa beberapa anak Balita kita sudah menjadi pencandu rokok.

Kita juga tahu bahwa perokok aktif ini menjadi masalah pada lingkungan sekitarnya. Mereka akan membuat orang di sekitarnya menjadi perokok pasif. Apalagi lebih dari 75 % perokok merokok di rumahnya.

Dampak buruk rokok
Tampaknya kita semua sudah tahu bahwa rokok berdampak buruk bagi kesehatan. Cuma masalahnya  bagi perokok karena sudah candu tidak mudah bagi mereka untuk meyakinkan diri untuk tidak merokok. Bagi perokok kadang-kadang yang menjadi patokan dampak merokok buat mereka adalah gangguan pernafasan. Sehingga jika mereka tidak batuk dan tidak sesak mereka masih tetap merokok.

Padahal efek samping dari merokok tidak melulu berdampak pada saluran pernafasan. Tampaknya mereka harus “kapok” terlebih dahulu sebelum mereka berhenti merokok. Pasien yang mengalami kanker antara lain kanker lidah, karena kerongkongan,  kanker usus besar,  kanker paru atau kanker pankreas akan menyesali kenapa mereka merokok setelah menderita kanker.

Rasanya cerita dampak buruk rokok pada seseorang akan selalu kita alami terjadi pada keluarga kita. Apalagi saya yang sehari-sehari bertemu dengan pasien, melihat langsung dampak rokok pada kesehatan seseorang. Kalau penyakit akibat rokok tidak terlalu berat biasanya pasien hanya mengurangi sedikit rokoknya dan kembali lagi untuk merokok setelah sehat. Tetapi jika dampak sakit pada perokok tersebut cukup berat biasanya mereka berhenti merokok total.

Serangan stroke ringan atau TIA juga kadang kala membuat kapok seorang perokok untuk tidak merokok lagi. Ini terjadi pada ayah sendiri dimana beliau seorang perokok kuat dan berhenti total setelah jatuh di kamar mandi dan mengalami serangan stroke ringan.

Para perokok yang mengalami hipersensitifitas pada saluran pernafasannya yang ditandai dengan rasa sesak biasanya takut untuk mencoba rokok lagi. Serangan jantung juga kerap membuat kapok seseorang untuk merokok.

Dampak lain yang sebenarnya tidak diketahui oleh para perokok bahwa rokok akan menyebabkan gangguan pada saluran pencernaan atas seseorang. Mereka yang merokok sering merasa begah, cepat kenyang dan kembung.
Rokok juga menyebakan asam lambung naik kembali ke kerongkongan atau refluks yang mencetuskan penyakit GERD. Belum lagi rokok juga dapat merusak gusi serta gigi geligi. Mereka umumnya tidak nafsu makan karena lambungnya sudah terasa penuh dengan gas akibat hirupan asap rokok.

Kondisi hipoksia kronis pada seseorang perokok juga dapat mencetuskan penurunan nafsu makan, Oleh karena itu kita sering mendengar seseorang perokok yang berhenti merokok berat badannya akan naik karena nafsu makannya bertambah atau menjadi meningkat setelah berhenti merokok.

Akhirnya di hari dunia  tanpa tembakau yang jatuh pada tanggal 31 Mei  saya juga mengingatkan kembali kepada kita semua untuk peduli akan dampak buruk rokok ini. Rokok merupakan zat yang sangat membahayakan tubuh baik bagi perokok maupun orang yang berada disekeliling perokok tersebut.
Kita harus mendukung penuh pelaksanaan perluasan daerah bebas asap rokok.  Perlu kita dukung juga peringatan kesehatan berbentuk gambar pada bungkus rokok. Secara terus menerus hal ini akan membantu pelaksanaan kampanye anti rokok karena berdampak buruk bagi kesehatan.

Salam sehat

Ingin Lepas dari Rokok? Santap Buah dan Sayur!

KOMPAS.com — Bagi Anda yang sedang berusaha berhenti merokok, ada cara mudah dan murah yang dapat dicoba. Mulai saat ini, rutinlah mengonsumsi buah dan sayuran dalam jumlah yang cukup banyak. Penelitian mengindikasikan, tingkat keberhasilan para perokok untuk sembuh dari kecanduan bisa meningkat tiga kali lipat apabila rutin memakan buah-buahan dan sayuran.

Para ilmuwan bidang Kesehatan Masyarakat dari Universitas Bufallo, New York, AS, menemukan bahwa faktor nutrisi dan diet yang baik dapat membantu para perokok lebih cepat sembuh dan mampu bertahan lebih lama dari godaan untuk merokok. 

"Penelitian lain melakukan pendekatan dengan cara observasi terpisah dengan mengamati diet para perokok dan nonperokok. Kami tahu dari riset kami sebelumnya bahwa orang yang berhenti merokok selama kurang dari enam bulan mengonsumsi lebih banyak buah dan sayuran ketimbang mereka yang masih merokok. Apa yang kita tidak tahu adalah apakah berhenti merokok berpengaruh pada meningkatnya konsumsi buah dan sayuran, atau apakah perokok yang makan lebih banyak buah dan sayuran lebih mungkin untuk berhenti merokok," kata Garry Giovino, Direktur Department of Community Health and Health Behavior Universitas Bufallo.

Dalam kajiannya, peneliti melakukan survei telepon nasional dari 1.000 perokok berusia 25 tahun dan usia lebih tua. Para peserta survei dihubungi lagi setelah 14 bulan kemudian, untuk mengetahui berapa banyak mereka telah merokok dalam satu bulan terakhir.

Hasilnya menunjukkan, perokok yang paling banyak makan buah dan sayuran tiga kali lebih besar peluangnya untuk tidak merokok selama sedikitnya 30 hari ketimbang mereka yang mengonsumsi buah dan sayur dalam jumlah sedikit. Menurut peneliti, hasil temuan tetap sama bahkan setelah memperhitungkan usia perokok, jenis kelamin, ras dan etnis, pendidikan, pendapatan, dan motivasi untuk menjadi sehat.

Penelitian ini juga mengindikasikan, perokok yang makan lebih banyak buah dan sayuran cenderung lebih sedikit merokok dan ketergantungan terhadap nikotin berkurang.

"Kami mungkin telah mengidentifikasi sebuah alat baru yang dapat membantu orang berhenti merokok," kata peneliti, Jeffrey Haibach, seorang asisten peneliti. "Memang, ini hanya sebuah studi observasional, tetapi meningkatkan asupan buah dan sayur dapat memfasilitasi seseorang untuk berhenti merokok," katanya.

Para peneliti mencatat bahwa buah dan sayuran memperburuk rasa rokok, dan ini bisa membantu menjelaskan mengapa mereka (perokok) dapat berhenti merokok.

"Temuan ini juga memungkinkan bahwa buah dan sayuran memberikan perasaan kenyang sehingga membuat perokok tidak nafsu untuk merokok," kata Haibach yang memublikasikan risetnya dalam Journal Nicotine and Tobacco Research.

Meski demikian, peneliti mengakui perlu riset lebih lanjut untuk mengonfirmasi temuan mereka dan menentukan dengan tepat bagaimana buah dan sayur dapat membantu para perokok menghentikan kebiasaannya. Selain itu, perlu juga diselidiki apakah ada faktor makanan lain yang terlibat dalam keberhasilan untuk berhenti merokok.

"Ada kemungkinan bahwa perbaikan diet bisa menjadi hal penting untuk dimasukkan dalam daftar langkah-langkah untuk membantu seseorang berhenti merokok," kata Haibach. "Kami tentu perlu melanjutkan upaya untuk mendorong orang agar mau berhenti merokok, termasuk lewat pendekatan yang telah terbukti, seperti kenaikan pajak tembakau, sanksi, dan kampanye media," tutupnya.

Ingin Lepas dari Rokok? Santap Buah dan Sayur!

KOMPAS.com — Bagi Anda yang sedang berusaha berhenti merokok, ada cara mudah dan murah yang dapat dicoba. Mulai saat ini, rutinlah mengonsumsi buah dan sayuran dalam jumlah yang cukup banyak. Penelitian mengindikasikan, tingkat keberhasilan para perokok untuk sembuh dari kecanduan bisa meningkat tiga kali lipat apabila rutin memakan buah-buahan dan sayuran.

Para ilmuwan bidang Kesehatan Masyarakat dari Universitas Bufallo, New York, AS, menemukan bahwa faktor nutrisi dan diet yang baik dapat membantu para perokok lebih cepat sembuh dan mampu bertahan lebih lama dari godaan untuk merokok. 

"Penelitian lain melakukan pendekatan dengan cara observasi terpisah dengan mengamati diet para perokok dan nonperokok. Kami tahu dari riset kami sebelumnya bahwa orang yang berhenti merokok selama kurang dari enam bulan mengonsumsi lebih banyak buah dan sayuran ketimbang mereka yang masih merokok. Apa yang kita tidak tahu adalah apakah berhenti merokok berpengaruh pada meningkatnya konsumsi buah dan sayuran, atau apakah perokok yang makan lebih banyak buah dan sayuran lebih mungkin untuk berhenti merokok," kata Garry Giovino, Direktur Department of Community Health and Health Behavior Universitas Bufallo.

Dalam kajiannya, peneliti melakukan survei telepon nasional dari 1.000 perokok berusia 25 tahun dan usia lebih tua. Para peserta survei dihubungi lagi setelah 14 bulan kemudian, untuk mengetahui berapa banyak mereka telah merokok dalam satu bulan terakhir.

Hasilnya menunjukkan, perokok yang paling banyak makan buah dan sayuran tiga kali lebih besar peluangnya untuk tidak merokok selama sedikitnya 30 hari ketimbang mereka yang mengonsumsi buah dan sayur dalam jumlah sedikit. Menurut peneliti, hasil temuan tetap sama bahkan setelah memperhitungkan usia perokok, jenis kelamin, ras dan etnis, pendidikan, pendapatan, dan motivasi untuk menjadi sehat.

Penelitian ini juga mengindikasikan, perokok yang makan lebih banyak buah dan sayuran cenderung lebih sedikit merokok dan ketergantungan terhadap nikotin berkurang.

"Kami mungkin telah mengidentifikasi sebuah alat baru yang dapat membantu orang berhenti merokok," kata peneliti, Jeffrey Haibach, seorang asisten peneliti. "Memang, ini hanya sebuah studi observasional, tetapi meningkatkan asupan buah dan sayur dapat memfasilitasi seseorang untuk berhenti merokok," katanya.

Para peneliti mencatat bahwa buah dan sayuran memperburuk rasa rokok, dan ini bisa membantu menjelaskan mengapa mereka (perokok) dapat berhenti merokok.

"Temuan ini juga memungkinkan bahwa buah dan sayuran memberikan perasaan kenyang sehingga membuat perokok tidak nafsu untuk merokok," kata Haibach yang memublikasikan risetnya dalam Journal Nicotine and Tobacco Research.

Meski demikian, peneliti mengakui perlu riset lebih lanjut untuk mengonfirmasi temuan mereka dan menentukan dengan tepat bagaimana buah dan sayur dapat membantu para perokok menghentikan kebiasaannya. Selain itu, perlu juga diselidiki apakah ada faktor makanan lain yang terlibat dalam keberhasilan untuk berhenti merokok.

"Ada kemungkinan bahwa perbaikan diet bisa menjadi hal penting untuk dimasukkan dalam daftar langkah-langkah untuk membantu seseorang berhenti merokok," kata Haibach. "Kami tentu perlu melanjutkan upaya untuk mendorong orang agar mau berhenti merokok, termasuk lewat pendekatan yang telah terbukti, seperti kenaikan pajak tembakau, sanksi, dan kampanye media," tutupnya.
KOMPAS.com — Bagi Anda yang sedang berusaha berhenti merokok, ada cara mudah dan murah yang dapat dicoba. Mulai saat ini, rutinlah mengonsumsi buah dan sayuran dalam jumlah yang cukup banyak. Penelitian mengindikasikan, tingkat keberhasilan para perokok untuk sembuh dari kecanduan bisa meningkat tiga kali lipat apabila rutin memakan buah-buahan dan sayuran.

Para ilmuwan bidang Kesehatan Masyarakat dari Universitas Bufallo, New York, AS, menemukan bahwa faktor nutrisi dan diet yang baik dapat membantu para perokok lebih cepat sembuh dan mampu bertahan lebih lama dari godaan untuk merokok. 

"Penelitian lain melakukan pendekatan dengan cara observasi terpisah dengan mengamati diet para perokok dan nonperokok. Kami tahu dari riset kami sebelumnya bahwa orang yang berhenti merokok selama kurang dari enam bulan mengonsumsi lebih banyak buah dan sayuran ketimbang mereka yang masih merokok. Apa yang kita tidak tahu adalah apakah berhenti merokok berpengaruh pada meningkatnya konsumsi buah dan sayuran, atau apakah perokok yang makan lebih banyak buah dan sayuran lebih mungkin untuk berhenti merokok," kata Garry Giovino, Direktur Department of Community Health and Health Behavior Universitas Bufallo.

Dalam kajiannya, peneliti melakukan survei telepon nasional dari 1.000 perokok berusia 25 tahun dan usia lebih tua. Para peserta survei dihubungi lagi setelah 14 bulan kemudian, untuk mengetahui berapa banyak mereka telah merokok dalam satu bulan terakhir.

Hasilnya menunjukkan, perokok yang paling banyak makan buah dan sayuran tiga kali lebih besar peluangnya untuk tidak merokok selama sedikitnya 30 hari ketimbang mereka yang mengonsumsi buah dan sayur dalam jumlah sedikit. Menurut peneliti, hasil temuan tetap sama bahkan setelah memperhitungkan usia perokok, jenis kelamin, ras dan etnis, pendidikan, pendapatan, dan motivasi untuk menjadi sehat.

Penelitian ini juga mengindikasikan, perokok yang makan lebih banyak buah dan sayuran cenderung lebih sedikit merokok dan ketergantungan terhadap nikotin berkurang.

"Kami mungkin telah mengidentifikasi sebuah alat baru yang dapat membantu orang berhenti merokok," kata peneliti, Jeffrey Haibach, seorang asisten peneliti. "Memang, ini hanya sebuah studi observasional, tetapi meningkatkan asupan buah dan sayur dapat memfasilitasi seseorang untuk berhenti merokok," katanya.

Para peneliti mencatat bahwa buah dan sayuran memperburuk rasa rokok, dan ini bisa membantu menjelaskan mengapa mereka (perokok) dapat berhenti merokok.

"Temuan ini juga memungkinkan bahwa buah dan sayuran memberikan perasaan kenyang sehingga membuat perokok tidak nafsu untuk merokok," kata Haibach yang memublikasikan risetnya dalam Journal Nicotine and Tobacco Research.

Meski demikian, peneliti mengakui perlu riset lebih lanjut untuk mengonfirmasi temuan mereka dan menentukan dengan tepat bagaimana buah dan sayur dapat membantu para perokok menghentikan kebiasaannya. Selain itu, perlu juga diselidiki apakah ada faktor makanan lain yang terlibat dalam keberhasilan untuk berhenti merokok.

"Ada kemungkinan bahwa perbaikan diet bisa menjadi hal penting untuk dimasukkan dalam daftar langkah-langkah untuk membantu seseorang berhenti merokok," kata Haibach. "Kami tentu perlu melanjutkan upaya untuk mendorong orang agar mau berhenti merokok, termasuk lewat pendekatan yang telah terbukti, seperti kenaikan pajak tembakau, sanksi, dan kampanye media," tutupnya.