Sunday, 2 June 2013

Jurusan Farmasi UIN MALANG Jadi Rebutan

Menyambut tahun akademik 2013/2014, UIN Maliki langsung tancap gas. Tak tanggung-tanggung, panitia Penerimaan Mahasiswa Baru (PMB) memberikan peluang bagi calon mahasiswa baru (camaba) melalui 7 jalur, yaitu Seleksi Nasional Masuk Perguruan Tinggi Negeri (SNMPTN), Seleksi Bersama Masuk Perguruan Tinggi Negeri (SBMPTN), Seleksi Penerimaan Mahasiswa Baru-Perguruan Tinggi Agama Islam Negeri (SPMB-PTAIN) prestasi akademik, SPMB-PTAIN ujian tertulis, jalur mandiri prestasi, jalur mandiri ujian tertulis, dan jalur mandiri luar negeri. 
Menurut Ketua Panitia PMB UIN Maliki Malang Helmi Saifuddin, PMB tahun ini UIN Maliki membuka satu program studi baru yaitu Jurusan Farmasi. Prodi yang bernaung di bawah Fakultas Sains dan Teknologi (Saintek) ini memiliki jumlah peminat paling banyak pada jalur SNMPTN, dibanding dengan prodi lainnya. Padahal, kuota mahasiswa baru UIN Maliki tahun 2013 hanya 3047 orang saja, dengan  jumlah cadangan 10-16 %. Dari keseluruhan kuota tersebut, di ambil 80% dari jalur nasional dan 20% dari jalur mandiri. Hingga berita ini diturunkan, khusus jalur SNMPTN mencapai 1632 pendaftar. “Dinyatakan lolos seleksi PMB UIN Maliki Malang melalui jalur SNMPTN sebanyak 848 orang,” terang Helmi.
Adapun parameter yang menjadi acuan dalam seleksi PMB UIN Maliki jalur SNMPTN 2013, menurut Helmi meliputi akreditasi sekolah, kepemilikan, rasio pendaftar, dan rata-rata IPK alumni di UIN Maliki sebanyak 40%. Selanjutnya 50% diambil dari siswa yang berprestasi dengan parameter nilai rata-rata raport semester 1-5. Tidak hanya itu, kesesuaian jurusan SMA/MA/SMK dengan pilihan prodi yang diambil di UIN Maliki juga menjadi salah satu pertimbangan. “Pertimbangan terakhir yaitu mencakup wilayah dengan bobot penilaian sebesar 10%,” pungkasnya.
Sementara itu, menyoal program Beasiswa Pendidikan Miskin Berprestasi (Bidikmisi), ayah dua anak itu menjelaskan ada perbedaan yang mendasar. Jalur Bidikmisi tahun ini memiliki peraturan yang berbeda dari tahun sebelumnya. Tahun ini camaba bisa mendapatkan beasiswa Bidikmisi dengan syarat telah diterima di salah satu universitas terlebih dahulu, baru setelah itu mereka yang mendaftar akan diverifikasi ulang kelayakannya. “Jumlah kuota Bidikmisi tahun ini UIN Maliki mendapat jatah 170 kursi, yang tersebar di berbagai program studi yang ada di UIN Maliki ini,” jelasnya saat ditemui di kantor Information Centre.


Reactions:

0 comments:

Post a Comment

thanks dah koment....